
Haluanindonesia.id – Nama selebgram Fahira Amira tengah jadi sorotan warganet dan para dokter di media sosial.
Melalui akun media sosialnya, Fahira mengunggah konten mengenai perbedaan diagnosis yang ia dapatkan saat melakukan pemeriksaan di rumah sakit Indonesia dan Penang, Malaysia.
Dalam narasi kontennya, Fahira didiagnosis usus buntu oleh dokter dari 3 rumah sakit di Indonesia, namun saat mencari second opinion ke Penang, Malaysia, pemeriksaan bukan tentang usus buntu, tetapi karena penumpukan kotoran.
Konten tersebut kemudian ramai ditanggapi oleh banyak dokter yang meminta kronologi lebih detail mengenai pemeriksaan di 3 rumah sakit Indonesia.
Kemudian melalui unggahan terbarunya, Fahira menyampaikan permintaan maaf dan klarifikasi mengenai unggahan sebelumnya.
“Sebelumnya aku minta maaf kalau ada pihak yang tersinggung dengan cerita ini, aku ingin menegaskan bahwa apa yang aku sampaikan murni pengalaman pribadi,” ucap Fahira dalam video terbarunya, dikutip pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Mencari Second Opinion Pemeriksaan
Fahira mengungkapkan bahwa dirinya melakukan pemeriksaan dengan beberapa dokter untuk mencari second opinion.
“USG menunjukkan appendix 8,1 mm dan aku disarankan operasi. Aku akhirnya memilih untuk operasi di Penang,” ungkap Fahira.
“Setelah CT scan di Penang, ternyata hasilnya menunjukkan appendix tampak normal dan tidak ada tanda peradangan,” lanjutnya.
Menurut hasil pemeriksaan di Penang, Fahira menyebut bahwa tidak ditemukan usus buntu, sehingga tidak diperlukan lagi tindakan operasi.
“Ini murni pengalaman pribadiku, bukan untuk menyalahkan pihak mana pun. Jangan takut bertanya dan mencari second opinion jika memang diperlukan. Setiap kondisi pasien berbeda,” sambungnya.
Tuntutan Klarifikasi Terbuka hingga Dugaan Endorse
Unggahan konten tersebut lantas ditanggapi oleh organisasi kesehatan Nalar Rawat dengan menuntut klarifikasi terbuka terkait diagnosis usus buntu yang diterimanya dari 3 rumah sakit Indonesia.
Data medis dan timeline pemeriksaan pun turut diminta usai narasi perbedaan diagnosis ramai di media sosial.
Selain itu, Nalar Rawat juga meminta klarifikasi mengenai potensi konten sponsorship pada video pertama.
“Meminta klarifikasi apakah terdapat hubungan endorsement, sponsorship, barter layanan, paid partnership, reimbursement, fasilitas perjalanan, atau bentuk kerja sama lain dengan Island Hospital maupun pihak yang mewakilinya,” demikian keterangan dari Nalar Rawat, dikutip pada Rabu, 12 Agustus 2026.
“Nalar Rawat memberikan waktu 3×24 jam sejak penyampaian surat untuk menerima klarifikasi yang substantif,” sambungnya.
Sebelumnya, Fahira mengunggah konten melakukan pengobatan di Island Hospital, Penang, Malaysia usai mendapatkan diagnosis usus buntu di Indonesia.
“Divonis usus buntu di 3 rumah sakit di Indonesia harus segera operasi supaya usus nggak pecah,” ucap Fahira dalam konten yang diunggah di Instagram pada Minggu, 9 Agustus 2026 lalu.
Fahira kemudian membeberkan bahwa saat itu dirinya mengeluhkan demam tinggi, sakit di perut sebelah kanan, dan muntah-muntah.
Setelah mendapat hasil dari dokter, ia berharap melakukan operasi di Penang dan hasil terbaru menyebut bahwa dirinya tak perlu melakukan tindakan tersebut.*
Red (Indra)
Sumber:Journalnusantara.com
Tinggalkan Balasan