
Haluanindonesia.id – Seorang seniman tradisional ketoprak asal Bantul, Sarjiyono alias Mbetut (62) dikabarkan wafat usai tiba-tiba terjatuh saat sedang tampil di atas panggung.
Hal yang menjadi perhatian, peristiwa memilukan ini sempat terekam dan beredar luas di media sosial.
Tampak dalam video yang beredar, sang seniman sempat diperlihatkan sedang tampil dalam sebuah pentas ketoprak di Bantul, Yogyakarta.
“Tak ada yang menyangka. Saat pentas, Mbetut terlihat sehat, bahkan masih sempat bercanda sesaat sebelum naik panggung,” tulis postingan Instagram @undercover.id, pada Minggu, 23 Agustus 2026.
Bagi yang belum tahu, Ketoprak adalah seni teater tradisional Jawa yang memadukan unsur drama, tari, musik, dan tembang.
Pertunjukan ini biasanya mengangkat kisah legenda, sejarah kerajaan, atau babad tanah Jawa yang diselingi dengan humor.
Lantas, bagaimana kronologi insiden tak terduga yang dialami seniman kenamaan asal Bantul tersebut? Mari telusuri.
Dilarikan ke RS namun Tak Tertolong
Berdasarkan laporan di lapangan, peristiwa itu berlokasi di Petung, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, pada Selasa, 18 Agustus 2026.
Saat itu, Sarjiyono sempat terlihat muncul di atas panggung dan berlakon saat pentas sedang berlangsung.
“Namun saat pementasan berlangsung, ia tiba-tiba terjatuh,” tulis postingan yang sama.
“Mbetut (Sarjiyono) langsung dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Gamping, namun nyawanya tak tertolong,” sambungnya.
Sempat Berlakon dengan Pemeran Wanita
Dalam video yang beredar, tampak memperlihatkan sebuah pertunjukan ketoprak tradisional di sebuah panggung yang digelar malam hari.
Terlihat 2 orang pemain, yakni pria dan wanita sedang beradu peran dalam lakon ketoprak.
Sementara di belakangnya, tampak sejumlah pengrawit serta beberapa sinden sedang memainkan musik gamelan.
Saat itu, pemain pria yang merupakan Sarjiyono mengenakan kebaya warna pink serta blangkon, nampak berjoget dan beradegan dengan pemain wanita.
Pentas Berlangsung, Tiba-tiba Ambruk
Usai berlakon pemain wanita dari belakang, Sarjiyono tiba-tiba jatuh dan ambruk.
Setelah terjatuh cukup lama dan tidak bangun, sejumlah pemain lainnya mencoba membangunkannya untuk selanjutnya memberi pertolongan.
Hingga kini, peristiwa ini pun menjadi perhatian warganet. Tak sedikit warganet yang mengucapkan bela sungkawa dan mendoakan almarhum.
Terlebih, kabar ini telah menimbulkan duka yang mendalam bagi dunia seni budaya di Yogyakarta.
Sumber : Journalnusantara.com
Red : Mulyana
Tinggalkan Balasan