Haluanindonesia.id – Sebagian publik di media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran besar yang melanda Kampung Adat Sade di wilayah Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Sabtu, 22 Agustus 2026 malam.
Dalam unggahan Instagram @cretivox, pada Minggu, 23 Agustus 2026, kampung yang berisi ratusan bangunan khas Suku Sasak itu dikabarkan luluh lantak dilalap kobaran api.
“Kondisi rumah yang mayoritas menggunakan kayu, bambu, dan ilalang membuat api dengan cepat merambat ke bangunan di sekitarnya,” tulis postingan tersebut.
Terkini, Tim SAR Gabungan melaporkan sebanyak 129 rumah di Kampung Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah itu ludes usai insiden kebakaran.
Terlebih, musibah kebakaran besar tersebut juga menyebabkan 320 warga terdampak.
Tak ayal, sejumlah warga kini tampak mengais melihat sisa-sisa barang berupa perabotan rumah tangga yang masih utuh, seperti piring kaca, gelas, hingga kompor.
Api Diduga Bermula dari Dapur Warga
Dalam kesempatan berbeda, warga Kampung Adat Sade, Amaq Emi (43) mengungkapkan jumlah penduduk yang bermukim di kawasan ini totalnya mencapai 700 kepala keluarga (KK).
“Ada sekitar 150 rumah ini. Kalau semunya itu total 700 KK,” kata Amaq Emi kepada awak media di lokasi kejadian, Lombok Tengah, pada Minggu, 23 Agustus 2026.
Terkait awal mulanya, Amaq Emi menduga, api bermula dari salah satu dapur rumah warga.
Pria 43 tahun itu menuturkan, api dengan cepat menjalar ke mana-mana karena arsitektur bangunan dibuat dari ilalang dan pagar kerajinan bambu.
“Dari sana (menunjukkan salah satu rumah). Mungkin dari dapur atau listriknya yang konslet sehingga api nyala,” tunjuknya.
Warga: Lagi Tidur, Api Sudah Besar
Terpisah, Menah atau Inaq Husna (42) mengaku masih trauma melihat api yang begitu cepat melahap bagian rumah warga.
Inaq Husna menilai, api sangat cepat melalap bangunan karena angin kencang.
“Saya lagi tidur, terus dibangunin setelah api sudah besar. Saya kaget dan coba lari evakuasi diri,” ungkap Inaq Husna di lokasi, Lombok Tengah, pada hari yang sama.
Rumah Khas yang Rentan Terbakar
Kondisi bangunan di kawasan Kampung Adat Sade diduga menjadi salah satu faktor yang membuat api cepat membesar.
Diketahui, seluruh rumah adat di kawasan tersebut menggunakan atap berbahan ilalang serta dinding dari anyaman atau pagar bambu yang mudah terbakar.
Atas hal tersebut, Inaq Husna berharap pemerintah segera mencari solusi atas peristiwa tersebut.
Di sisi lain, hal itu dikarenakan Desa Adat Sade ini adalah satu-satunya mata pencarian warga setempat.
“Kami berharap pemerintah segera mencari solusi. Karena kami sudah tidak punya apa-apa lagi,” tutur Inaq Husna.
Hilangnya Harta Warga Suku Sasak
Bagi yang belum tahu, Kampung Adat Sade merupakan salah satu destinasi wisata andalan di Lombok.
Masyarakat Desa Sade diketahui masih melestarikan keunikan adat Suku Sasak, seperti bentuk bangunan hingga tradisi kawin culik.
Inaq Husna mengaku, saat ini sudah mengungsikan diri dan keluarganya di rumah keluarga yang tak jauh dari rumahnya.
Warga Kampung Adat Sade itu juga memperkirakan kerugiannya mencapai puluhan juta.
“Yang mahal itu barang-barang di dalam. Seperti kain tenun, baju adat dan harta yang lain,” tandasnya
Sumber : Journalnusantara.com
Red : Mulyana
Tinggalkan Balasan