x

Reinkarnasi Fir’aun Dalam Sistem Politik Dan Tata Kelola Pemda Sukabumi

waktu baca 2 menit
Kamis, 9 Mei 2024 07:57 332 Deni Wijaya

Oleh : Amar (aktivis 98)

Sukabumi, haluanindonesia.id –  8/05/2024 Ada dua unsur penyangga yang harus di rawat untuk tegak nya demokrasi yaitu trias politika dan oposisi.

Pengertian Demokrasi itu sendiri Menurut Para Ahli Secara etimologis, kata demokrasi berasal dari bahasa Yunani Kuno, yaitu demos dan kratos. Demos berarti rakyat, dan kratos berarti kekuasaan yang mutlak. Apabila digabungkan, maka secara harafiah, demokrasi adalah kekuasaan yang mutlak oleh rakyat.
Akan tetapi penulis amati dan telaah tentang kondisi sosial politik khususnya di kabupaten sukabumi,bahwa Demokrasi dan supremasi hukum hanyalah di jadikan Alat Penguasa untuk menyalurkan syahwat Politik nya dengan dan atas nama Rakyat.
Sungguh Tragis dan memilukan,Rakyat di jadikan obyek Penderita sang Srigala Buas yang haus akan kekuasaan.

Aroma aroma dari Bau Fir’aun yang Sombong dengan berbagai macam cara,bahkan bisa jadi menghalalkan berbagai macam cara berusaha untuk melanggengkan kekuasaan,dengan menyimpan bidak Prajurit nya yang terlihat Dungu dan tidak brilyan dalam gagasan serta ide untuk memajukan dan mensejahterakan masyarakat sukabumi.
Aroma feodalisme ini juga terasa ketika Marwan mendorong Asep Ja’far untuk menjadi FI Yang kalau kita flashback ke belakang tentang Rekam Jejak Kinerja Asjap sungguh sangat Mengecewakan,laporan hasil Pemeriksaan (LHP) Provinsi yang selalu ada TGR.Infrastruktur yang mangkrak dan indikasi Marak KKN di Dinas Pekerjaan Umum (P.U) Kabupaten Sukabumi.

Masyarakat Sukabumi Butuh Re inkarnasi sutan syahrir,soekarno dan perintis kemerdekaan yang mengedepankan kepentingan Nasional dan masyarakat di bandingkan dengan kepentingan pribadi maupun golongan.

Masyarakat Sukabumi sudah lelah dengan manusia yang angkuh,sombong dengan jabatan nya.ketika butuh suara rakyat merengek dan memelas bagaikan Pengemis Jalanan.akan tetapi setelah menduduki jabatan muncul sifat dan karakter Fir’aun yang tertutup qolbu nya untuk mendengan amanat penderitaan Rakyat.

Semoga Tuhan hadirkan pemimpin yang Amanah,jujur,tablig,serta fatonah demi terciptanya sukabumi yang baldatun toyyibatun wa robbum gofur.

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
Enable Notifications OK No thanks