
Sindangkerta, haluanindonesia.id – Para Peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan mahasiswa semester 7 yang tengah mengimplemntasikan teori-teori dari Kampus tempatnya mencari ilmu. Kini ia langsung berada di tengah masyarakat, memaksimalkan peran dan potensinya untuk belajar dan mengabdi kepada warga ditempatnya melaksanakan agenda mulia KKN tersebut.
DAlam hal ini, kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) SISDAMAS UIN Sunan Gunung Djati semakin mengukuhkan komitmennya dalam mewujudkan pemberdayaan masyarakat.
Tepat pada Kamis (20/07), Ade Sahrul selaku Koordinator Desa Cikadu KKN SISDAMAS yang berasal dari jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) FDK UIN Bandung bersama perwakilan tiga kelompok mahasiswa, yaitu Firly Fadzilla (Ketua Kelompok 277, Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Adab dan Humaniora), Reza Fahlevi (Ketua Kelompok 278, Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik), dan Ahmad Aulia Rahman (Ketua Kelompok 279, Jurusan Ilmu Hadits, Fakultas Ushuluddin), mengadakan silaturahmi dengan Camat Sindangkerta, Drs. Achmad Sodikin.
Dalam pertemuan tersebut, Ade Sahrul melaporkan perkembangan KKN di Desa Cikadu yang telah mencapai hari ke-8. Tiga kelompok mahasiswa tersebut telah aktif berkontribusi dalam wilayah binaan mereka masing-masing. Pihaknya juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada pemerintah kecamatan atas dukungan dan kerjasama yang diberikan.

Konsep KKN SISDAMAS di Desa Cikadu menekankan pada dua aspek utama, yaitu pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Ade Sahrul menjelaskan bahwa konsep pemberdayaan diimplementasikan melalui beberapa siklus, termasuk sosialisasi awal, rembuk warga, refleksi sosial, pemetaan sosial, organisasi masyarakat, perencanaan partisipatif, sinergi program, hingga pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi program. Selain itu, kegiatan KKN juga melibatkan upaya pengabdian dalam sektor pendidikan, sosial, dan lainnya untuk mendukung kemajuan dan kemandirian desa.
Camat Sindang Kerta memberikan apresiasi yang tulus terhadap konsep KKN SISDAMAS ini. Beliau berharap bahwa melalui KKN ini, Desa Cikadu dapat menjadi mandiri dan berkembang dengan baik. Dalam semangat kolaborasi, Camat juga menyatakan kesiapannya untuk membantu fasilitasi program-program KKN guna mendukung tujuan pemberdayaan masyarakat.

Ade Sahrul juga menyampaikan bahwa selama satu pekan berkecimpung di Desa Cikadu, para mahasiswa KKN telah berhasil mengumpulkan data yang relevan mengenai masalah, potensi, dan harapan masyarakat melalui rembuk warga. Selain fokus pada kegiatan pemberdayaan, mahasiswa juga aktif berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan dan sosial di wilayah binaan mereka. Semua ini adalah bagian dari dedikasi mereka dalam mengaplikasikan ilmu yang didapatkan di perguruan tinggi.

Beberapa masalah konkret yang teridentifikasi di wilayah Desa Cikadu meliputi kurangnya pengelolaan irigasi air, risiko gagal panen hasil pertanian, kurangnya bimbingan ekonomi kreatif, dan kurangnya kemampuan masyarakat dalam pemanfaatan teknologi (gaptek). Ade Sahrul berharap bahwa melalui sistem KKN SISDAMAS yang terstruktur dengan baik, hasil yang optimal dapat dicapai, dan program-program berkelanjutan akan diimplementasikan untuk mendukung perkembangan Desa Cikadu.
Kegiatan KKN SISDAMAS UIN Sunan Gunung Djati di Desa Cikadu merupakan bentuk nyata dari tridarma perguruan tinggi, yang melibatkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan semangat tridarma ini, para mahasiswa tidak hanya mengejar kesuksesan akademik, tetapi juga aktif berkontribusi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. ***(Ade Sahrul)
2 tahun lalu
Mantap