
Haluanindonesia.id – Kondisi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang dikeluhkan masyarakat di sejumlah wilayah Bali menjadi perhatian berbagai kalangan. Antrean kendaraan yang memanjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), bahkan adanya SPBU yang tutup dan tidak beroperasi, menimbulkan kesulitan bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari Badung, Bali.
Situasi tersebut turut berdampak pada aktivitas para pekerja, karyawan, serta orang tua yang harus mengantarkan anak-anak mereka ke sekolah. Antrean panjang untuk mendapatkan BBM menyebabkan sebagian masyarakat mengalami keterlambatan dalam menjalankan aktivitas, termasuk masuk kerja dan mengantar anak ke sekolah tepat waktu.
Menanggapi kondisi tersebut, Ketua DPD Hidayatullah Badung, Lukman Hakim, menyampaikan keprihatinannya dan berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera merespons persoalan ini dengan langkah konkret dan terkoordinasi.
“Kami menyampaikan keprihatinan atas kondisi BBM yang saat ini dikeluhkan masyarakat di Bali. Antrean panjang di SPBU, bahkan adanya SPBU yang tutup dan tidak beroperasi, tentu sangat mengganggu aktivitas masyarakat. Banyak karyawan yang harus berangkat kerja dan orang tua yang memiliki kewajiban mengantarkan anak ke sekolah akhirnya mengalami keterlambatan,” ungkap Lukman Hakim.
Menurutnya, ketersediaan BBM memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas masyarakat, pelayanan publik, kegiatan ekonomi, serta kelancaran aktivitas pendidikan. Karena itu, persoalan ini perlu mendapatkan perhatian serius agar tidak berlangsung berlarut-larut.
Lukman juga berharap kepala daerah yang memiliki kewenangan, bersama pemerintah pusat, pihak terkait, dan pengelola distribusi BBM, dapat segera mengambil langkah sesuai kewenangannya untuk mengatasi persoalan tersebut.
Ia menilai, koordinasi yang cepat diperlukan untuk memastikan kondisi pasokan dan distribusi BBM dapat diketahui secara jelas, sekaligus membantu masyarakat memperoleh informasi yang akurat mengenai ketersediaan BBM di masing-masing wilayah.
“Kami berharap pemerintah segera menemukan solusi terbaik. Masyarakat membutuhkan kepastian, bukan hanya terkait ketersediaan BBM, tetapi juga informasi yang jelas agar dapat mengatur aktivitasnya dengan baik. Semoga persoalan ini segera teratasi sehingga masyarakat bisa kembali menjalankan kegiatan sehari-hari secara normal,” tambahnya.
Sebagai bagian dari elemen masyarakat, DPD Hidayatullah Badung berharap penanganan persoalan BBM dilakukan secara cepat, tepat, dan terukur dengan mengutamakan kepentingan masyarakat luas.
Lukman menegaskan bahwa kelancaran distribusi BBM bukan sekadar persoalan transportasi, melainkan juga berkaitan dengan produktivitas masyarakat, kegiatan pendidikan, dan keberlangsungan roda perekonomian.
“Harapan kami, pemerintah segera mengambil langkah nyata dan menemukan solusi terbaik atas kondisi BBM hari ini. Semoga masyarakat Bali mendapatkan kemudahan kembali dalam memenuhi kebutuhan BBM dan menjalankan aktivitasnya,” tutup Lukman Hakim.
Red : Endang Suherli
Tinggalkan Balasan