Haluanindonesia.id – Kabut asap yang pekat dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti sebagian wilayah di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel).
Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat penampakan kabut asap di area jalan raya kawasan tersebut hingga menimbulkan kecemasan bagi pengguna jalan.
Dilaporkan, asap pekat imbas karhutla di Banjarbaru itu menyebabkan jarak pandang warga hanya bisa sejauh 10 meter.
“Kabut asap pekat Karhutla selimuti Banjarbaru, jarak pandang hanya 10 meter,” tulis postingan Instagram @undercover.id, pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Berdasarkan laporan di lapangan, kabut asap kali ini merupakan yang terparah sejak Karhutla melanda Banjarbaru.
Hal tersebut, terutama di wilayah Kecamatan Landasan Ulin, Liang Anggang, hingga ke Pengayuan serta perbatasan Banjarbaru dengan Kabupaten Tanah Laut.
Warga Diimbau Pakai Masker
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kalsel, Syamsir Rahman membenarkan kabut asap karhutla itu membuat jarak pandang sangat terbatas, hanya berjarak 5-10 meter.
“Kabut asap ini sangat pekat. Jarak pandang hanya sekitar 5 sampai 10 meter saja,” ujar Syamsir dikutip dalam keterangannya, pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Atas hal itu, Syamsir mengimbau kepada warga Banjarbaru untuk menggunakan masker agar terhindar dari dampak buruk akibat kabut asap karhutla.
“Warga Banjarmasin pakai masker, ini sudah bahaya,” imbau Syamsir.
Di sisi lain, untuk mengantisipasi kecelakaan, para pengendara memilih melambatkan kendaraan.
Warga: Laju Bahaya, Bisa Kecelakaan
Dalam kesempatan berbeda, warga setempat sekaligus pengguna jalan di Banjarbaru, Herman mengaku memilih melambatkan kendaraan untuk mengantisipasi kecelakaan.
“Ini sudah parah kabutnya, kalau laju bahaya, bisa kecelakaan,” ujar Herman di lokasi, Banjarbaru, pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Herman lalu mengingat kembali, penampakan kabut asap imbas karhutla ini dinilai menjadi terparah sejak sebulan terakhir.
Oleh sebab itu, warga berharap agar pemerintah segera mengatasi karhutla agar kabut asap segera mereda.
“Ini kan efeknya ke kesehatan kami pengguna jalan. Kalau bisa, ada tindakan segera supaya Karhutla ini bisa segera diatasi,” tandas Herman.
Sumber : Journalnusantara.com
Red : Mulyana
Tinggalkan Balasan