x

Viral Warga Kampung Dukuh Jaktim Mengeluh saat TPS Kebakaran, Sebut Penanganan Lamban dari Perangkat Desa

waktu baca 3 menit
Minggu, 2 Agu 2026 21:12 10 Deni Wijaya

Haluanindonesia.id – Sebuah utas mengenai kebakaran di Kelurahan Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur tengah menjadi sorotan di platform media sosial Threads.

Utas viral tersebut berisi keluhan warga setempat yang menilai perangkat desa lambat melakukan penanganan pada kebakaran yang terjadi di sebuah tempat pembuangan sampah pada Sabtu, 1 Agustus 2026.

Tempat pembuangan sampah tersebut pun dinarasikan sebagai lokasi ilegal dan menyebut bahwa sebelumnya, area itu berupa rawa dan tanah milik negara.

“Ini tempat pembuangan sampah ilegal.

Tempat pembuangan puing dan lain-lain, entah dari daerah mana aja yang per harinya masuk 3 sampai 5 mobil buat buang sampah di sini,” tulis pemilik akun Threads, @fzh09, dikutip pada Minggu, 2 Agustus 2026.

Sebut Perangkat Desa Minta Jaga Kabar Kebakaran hingga Beko Patungan Warga yang Tak Ada Akses Masuk

Masih dari utas yang sama, pemilik akun menyebut bahwa perangkat desa meminta bahwa kabar kebakaran tersebut tidak banyak tersebar.

“Saya disuruh hapus status WhatsApp dan ditelepon sama orang kelurahan.

Lucu sekali, setakut itu kah mereka? Bukti semuanya sudah saya screenshot,” tulis pemilik akun.

“Komandan pemadam pun ngomong ke saya kalo anak buahnya kehausan kenapa warga ga ada yang kasih air. Langsung saat itu juga saya beli konsumsi untuk mereka.

Jangan tanya lurah, RT dan RW-nya kemana,” lanjutnya.

Lebih lanjut, ia juga mengungkap bahwa masyarakat berinisiatif menyewa beko untuk membantu proses pemadaman.

“Jawaban Lurah kalau mereka punya 2 beko hanya saja yang satu tidak bisa diangkat dari air dan satu lagi tidak ada akses untuk datang ke lokasi, jadi kalau beko datang tetap tidak bisa masuk,” jelasnya.

“Saya cuma muak sama penangan yang lama dan tidak adanya konsumsi untuk para pemadam,” sambungnya.

Mengaku Ditolak saat Lapor ke JAKI

Adapun mengenai saran untuk membuat laporan lewat aplikasi JAKI, pemilik utas mengaku sudah beberapa kali mencoba namun ditolak.

“Semoga setelah ini ada tindakan dari pemerintah terkait pembuangan sampah ilegal ini ya.

Saya sudah DM Bapak Pramono dan portal berita, tapi tidak ada tanggapan.

Lapor JAKI pun ditolak,” akunya.

Satu Petugas Damkar Meninggal Dunia

Dalam proses pemadamannya, salah satu petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur, Andriyono dikabarkan meninggal dunia.

Andriyono merupakan Kepala Regu Kelompok C Sektor Cipayung yang turut diterjunkan untuk melakukan pemadaman.

Menurut keterangan resmi dari pihak Damkar Jaktim, Andriyono bertugas untuk mencari sumber air yang digunakan untuk memadamkan api.

“Dalam pelaksanaan operasi tersebut, almarhum bertugas mencari sumber air sebagai bagian dari dukungan operasi dan tidak berada pada posisi penyerangan atau pemadaman api secara langsung,” kata Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Bayu Megantara dalam keteranganna kepada awak media pada Minggu, 2 Agustus 2026.

Bayu menyebut bahwa Andriyono sudah memiliki riwayat penyakit jantung, sehingga saat di lokasi kebakaran, mengungkap sempat mengeluhkan nyeri di dada.

“Almarhum mendapat penanganan awal di lokasi sebelum dievakuasi ke Rumah Sakit Harapan Bunda,” tukasnya.

Andriyono kemudian dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu, 1 Agustus 2026 sekitar pukul 13.30 WIB setelah ikut dalam pemadaman yang dilakukan sejak pukul 07.11 WIB bersama dengan 50 petugas lainnya.

 

Sumber : Journalnusantara.com

Red : Mulyana

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x