Calon Bhayangkara Taruna Asal Papua Barat Meninggal di Lingkungan Akpol, Polisi Masih Selidiki Penyebabnya

Deni Wijaya
1 bulan lalu
Lihat Semua
Disalin

Foto : Seorang calon Bhayangkara taruna berinisial AMM (19), peserta pendidikan integrasi Polri, meninggal dunia setelah ditemukan mengalami luka di lingkungan Akademi Kepolisian (Akpol) pada Kamis 30/7/2026. (ilustrasi:pixbay)

(Haluanindonesia.id) – Seorang calon Bhayangkara taruna berinisial AMM (19), peserta pendidikan integrasi Polri, meninggal dunia setelah ditemukan mengalami luka di lingkungan Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang pada Kamis (30/7/2026) malam. Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti insiden tersebut.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, AMM merupakan calon Bhayangkara taruna asal pengiriman Polda Papua Barat yang telah dinyatakan lolos seleksi pendidikan integrasi Polri bersama Mabes TNI. Korban dijadwalkan mengikuti pendidikan lanjutan di Akademi Militer (Akmil) Magelang bersama calon taruna TNI lainnya.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Yuliyanto, mengatakan korban ditemukan dalam kondisi mengalami luka setelah mengikuti rangkaian kegiatan pendidikan. Rekan-rekannya kemudian segera memberikan pertolongan dengan membawanya ke Rumah Sakit Akpol.

Meski telah mendapatkan penanganan medis, nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Tim dokter kemudian menyatakan AMM meninggal dunia.

“Korban sempat mendapatkan penanganan medis, namun akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Saat ini jenazah berada di RS Bhayangkara untuk proses pemulasaran sebelum diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Yuliyanto kepada wartawan.

Menurutnya, penyebab korban mengalami luka hingga akhirnya meninggal dunia masih belum dapat dipastikan. Polisi masih mengumpulkan berbagai informasi serta menunggu hasil pemeriksaan medis yang dilakukan secara menyeluruh.

Yuliyanto menegaskan, pihaknya belum dapat menyimpulkan apakah luka yang dialami korban disebabkan karena terjatuh, kecelakaan, atau faktor lain. Oleh karena itu, penyelidikan dilakukan secara menyeluruh agar penyebab peristiwa tersebut dapat diketahui secara pasti.

Ia juga menjelaskan bahwa AMM merupakan peserta pendidikan yang berasal dari Polda Papua Barat. Setelah menyelesaikan tahapan seleksi selama kurang lebih satu bulan, peserta yang dinyatakan lulus dijadwalkan mengikuti pendidikan integrasi di Magelang.

Polda Jawa Tengah memastikan proses penyelidikan masih terus berlangsung. Sejumlah langkah telah dilakukan penyidik, mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP), pengumpulan barang bukti, hingga meminta keterangan dari sejumlah saksi.

Saksi yang diperiksa meliputi rekan-rekan korban yang pertama kali menemukan AMM dalam kondisi terluka, peserta yang sempat berinteraksi dengannya sebelum kejadian, hingga pihak-pihak yang mengetahui aktivitas korban selama mengikuti pendidikan.

“Kami masih mendalami keterangan dari para saksi untuk memperoleh gambaran utuh mengenai peristiwa tersebut. Semua informasi akan dianalisis sebagai bagian dari proses penyelidikan,” kata Yuliyanto.

Selain pemeriksaan saksi, kepolisian juga masih menunggu hasil pemeriksaan medis yang diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai penyebab kematian korban. Hasil tersebut nantinya akan menjadi salah satu dasar dalam menentukan kesimpulan penyelidikan.

Di sisi lain, Polda Jawa Tengah menyatakan telah menjalin komunikasi dengan keluarga korban. Berdasarkan informasi yang diterima kepolisian, pihak keluarga telah mengetahui kabar duka tersebut.

Jenazah korban direncanakan akan diserahkan kepada keluarga setelah seluruh proses administrasi dan penanganan medis selesai dilakukan. Selanjutnya, jenazah akan diberangkatkan untuk dimakamkan sesuai keputusan keluarga.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa proses penyelidikan akan dilakukan secara profesional dan transparan. Hingga seluruh rangkaian pemeriksaan selesai, polisi mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi mengenai penyebab meninggalnya AMM dan menunggu hasil resmi yang nantinya akan disampaikan kepada publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

xOneNews premium broadcast banner
xOneNews premium broadcast banner
xOneNews premium broadcast banner