TNI Terjunkan Pesawat Hercules dan KRI Tangani Warga Terdampak Gempa di NTT, Kerusakan Signifikan di Kabupaten Manggarai

Deni Wijaya
2 bulan lalu
Lihat Semua
Disalin

Haluanindonesia.id – Tentara Nasional Indonesia (TNI) langsung mengerahkan personel ke wilayah terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pengerahan personel dilakukan sebagai bagian dari upaya membantu proses penanganan dan percepatan pemulihan di wilayah yang terdampak bencana.

Selain mengerahkan personel, TNI juga menyiapkan sejumlah kekuatan dan sarana pendukung untuk mempercepat distribusi bantuan serta mobilisasi personel dan logistik.

Sarana pendukung tersebut di antaranya pesawat Hercules dan kapal perang Republik Indonesia (KRI). Penggunaan kedua sarana tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan serta perkembangan situasi di lapangan.

Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak sekaligus mendukung proses evakuasi dan penanganan bencana di Kabupaten Nagekeo.
“TNI mengerahkan Hercules dan KRI untuk membantu penanganan bencana serta mendukung kebutuhan masyarakat terdampak,” kata Kapuspen TNI Mayjen TNI Muhammad Nas dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/8).

Saat ini prajurit yang dikerahkan untuk untuk mengevakuasi dan menangani masyarakat terdampak berasal dari Kodim 1603/Sikka, Kodim 1612/Manggarai, Kodim 1602/Ende, dan Yonif Teritorial Pembangunan (Yon TP) 834/Wakanga Mere.

Nas menyatakan TNI terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Polri, BNPB, BPBD, Basarnas, dan instansi terkait lainnya agar penanganan bencana berjalan cepat dan terpadu.

Adapun menurut data BNPB, hingga Sabtu pukul 12.30 WIB, jumlah warga meninggal dunia akibat gempa tercatat sebanyak 14 orang. Sementara 2 orang luka berat dan 11 luka ringan. BNPB juga mencatat kerusakan bangunan di sejumlah wilayah.

Korban meninggal dunia tercatat di Kabupaten Manggarai (6 orang), Kabupaten Manggarai Timur (5 orang), dan Kabupaten Sikka (3 orang). Selain korban jiwa, sekitar 5 kepala keluarga (KK) terdampak dan sekitar 2.000 warga mengungsi atau melakukan evakuasi mandiri.

Sementara dari aspek kerusakan, saat ini tercatat 54 unit rumah rusak berat, 9 rumah rusak sedang, dan 11 rumah rusak ringan. Kerusakan juga terjadi pada 5 fasilitas kesehatan, 1 fasilitas pendidikan, 1 gudang Bulog, 3 fasilitas ibadah, serta 6 kantor pemerintahan.

Wilayah yang paling terdampak bencana secara signifikan yaitu Kabupaten Manggarai, disusul Kabupaten Manggarai Timur. Seluruh data korban masih terus dalam proses verifikasi dan validasi, sehingga bisa berubah.

Red (Indra)
Sumber:Journalnusantara.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

xOneNews premium broadcast banner
xOneNews premium broadcast banner
xOneNews premium broadcast banner