x

Terluka Saat Amankan Unjuk Rasa, Ipda Sandy Terima Kenaikan Pangkat Luar Biasa

waktu baca 2 menit
Selasa, 9 Sep 2025 16:46 644 Deni Wijaya

Bandung, haluanindonesia.id – Pengabdian tanpa batas ditunjukkan oleh Ipda Sandy Tatiady Koswara (44), anggota Polres Karawang yang mengalami luka serius saat menjalankan tugas. Tindak heroiknya dalam mengamankan unjuk rasa berujung pada cedera berat di bagian kepala. Namun, keberanian dan dedikasinya mendapat apresiasi setimpal. Pada Senin (8/9/2025), ia menerima penghargaan Kenaikan Pangkat Luar Biasa yang diberikan langsung oleh Kapolda Jawa Barat.

Insiden terjadi pada Jumat, 29 Agustus 2025. Ketika bertugas mengamankan aksi demonstrasi di depan Mapolres Karawang, situasi yang awalnya terkendali tiba-tiba memanas. Tanpa peringatan, sebuah batu melayang dan menghantam kepala Ipda Sandy, menyebabkan retakan serius pada tempurung tengkoraknya.

“Waktu itu saya sedang berjaga di gerbang Polres. Tiba-tiba terdengar suara petasan, lalu batu dilemparkan dan mengenai kepala saya,” tutur Sandy mengingat peristiwa yang mengubah hidupnya.

Meskipun sempat terhuyung, Sandy masih dalam kondisi sadar. Rekan-rekannya segera memberikan pertolongan pertama dan membawanya ke tempat aman. Setelah menjalani pemeriksaan medis, ia langsung dirujuk ke Rumah Sakit Kramat Jati, Jakarta. Di sana, ia menjalani operasi besar untuk mengganti bagian tempurung kepalanya yang rusak dengan implan titanium.

Meski harus melewati masa pemulihan panjang, Sandy tidak menunjukkan rasa kecewa ataupun kemarahan. Justru dengan suara tenang ia mengungkapkan rasa syukur atas keselamatan yang masih menyertainya.

“Alhamdulillah, saya masih diberi kesempatan hidup. Pasti ada hikmah di balik semua ini,” ucapnya usai menerima penghargaan di Mapolda Jabar.

Penghargaan tersebut diberikan dalam upacara khusus yang dipimpin oleh Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H. Dalam upacara itu, Sandy resmi dinaikkan pangkatnya dari Aiptu menjadi Ipda sebagai bentuk penghargaan atas pengorbanannya.

“Luka yang mereka alami bukan kelemahan, tetapi bukti keberanian dan dedikasi. Negara wajib memberikan penghormatan kepada personel yang telah menunjukkan loyalitas luar biasa. Kenaikan Pangkat Luar Biasa ini adalah simbol dari penghargaan tersebut,” tegas Irjen Pol. Rudi dalam sambutannya.

Kisah Ipda Sandy menjadi cerminan keteguhan hati seorang anggota Polri yang tetap setia menjalankan tugas, meskipun harus menanggung risiko besar. Kini, meski masih menjalani pemulihan dan menggunakan kursi roda, semangatnya untuk kembali bertugas tak pernah padam.

“Mudah-mudahan saya bisa segera pulih, kembali berdinas, dan terus mengabdi kepada masyarakat,” pungkasnya dengan senyum yang merefleksikan ketulusan dan semangat juang.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
Enable Notifications OK No thanks