Ramai Curhatan Penjual Telur Ayam saat Diajak Kerja Sama dengan Dapur MBG, Ungkap Permintaan di Bawah Harga Pasar

Deni Wijaya
1 minggu lalu
Lihat Semua
Disalin

Haluanindonesia.id – Tengah viral di media sosial curhatan peternak ayam petelur yang diajak bekerja sama dengan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sebuah unggahan di platform media sosial Threads itu membeberkan kelakuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga minta manipulasi harga dan sengaja memilih telur dengan kondisi kurang baik.

Dalam utas tersebut, pemilik akun @rissaayu90 menyebut bahwa ada oknum dari dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu memilih telur yang sudah hampir busuk karena ingin menekan harga.

Curhat Dapur MBG Minta Telur Hampir Expired dan Manipulasi Harga

Melalui utasnya, pemilik akun mengungkapkan bahwa ada dapur MBG yang ingin membeli telur ayam dalam jumlah banyak dari peternakannya.

“Ada orang dari MBG mau beli telur dalam jumlah ratusan kilo, tapi yang dia mau telur yang udah lama atau tidak fresh karena harga telur yang lama harganya murah tapi hampir expired, dalamnya busuk,” tulisnya pada utas tersebut, dikutip pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Selain itu, ia menyebut bahwa oknum tersebut juga meminta ada penambahan harga yang ditulis dalam nota pembayaran.

“Terus saat dia mau beli telur fresh, dari aku harga Rp23.000 tapi dia nyuruh aku nyatet di nota dengan harga Rp25.000,” imbuhnya.

Minta Harga di Bawah Harga Pasar dan Penundaan Pembayaran

Utas viral yang mendapat likes lebih dari 12 ribu itu kemudian ramai dengan curhatan pedagang telur lainnya.

Salah satunya diungkap oleh akun Threads @alwayshappyandlucky yang membagikan cerita ibunya sebagai peternak dan diminta untuk jadi pemasok telur ayam ke salah satu dapur MBG.

Namun, ia menyebut bahwa pihak dapur meminta dengan harga di bawah harga pasar dan baru bisa membayar setelahnya.

“Mereka minta harga di bawah harga pasar, pembayaran tempo janjinya paling lambat 1 bulan, minta nanti di-markup karena katanya banyak yang minta bagian,” tulis akun tersebut, dikutip pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

“Ibuku menolak, karena sudah rugi dunia, akhirat pun rugi. Nggak ada untung sama sekali,” sambungnya.

Kebijakan BGN soal Borong Ayam dan Telur dari Peternak Lokal

Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) mengeluarkan aturan baru terkait pembelian ayam dan telur dalam program MBG dengan mengeluarkan surat edaran pada 12 Agustus 2026.

Surat tersebut berisi penegasan dari BGN agar pelaksanaan program MBG dengan membeli ayam dan telur harus menggunakan harga yang adil serta layak bagi peternak.

Harga pembelian minimal harus mengikuti Harga Acuan Pembelian (HAP) yang ditetapkan Badan Pangan Nasional.

Dengan aturan tersebut, BGN berharap harga ayam dan telur tetap stabil, peternak mendapatkan harga yang sesuai, serta produksi dalam negeri tetap berjalan.

Namun, BGN juga meminta SPPG membuat variasi menu yang menarik dengan tetap memperhatikan prinsip Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) serta memanfaatkan bahan pangan lokal.

Selain soal harga dan pasokan, BGN juga mengingatkan agar kualitas ayam dan telur yang digunakan dalam MBG harus diperiksa terlebih dulu, sehingga aman dikonsumsi oleh penerima manfaat.*

 

Red (Indra)

Sumber:Journalnusantara.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

xOneNews premium broadcast banner
xOneNews premium broadcast banner
xOneNews premium broadcast banner