x

Mayjend TNI (Purn) Tatang Zaenudin Ontrog Pendopo Cianjur, Bupati Terindikasi Tidak Netral

waktu baca 3 menit
Kamis, 9 Nov 2023 20:55 934 Deni Wijaya

CIANJUR, haluanindonesia.id – Geram dan marah, itulah yang dirasakan oleh Mayjend TNI (Purn) Tatang Zaenudin selaku Caleg Partai Golkar belakangan ini. Iapun berinisiatif Ontrog Pendopo Cianjur guna menemui Bupati Cianjur yang diduga tidak netral dalam menghadapi Pileg di tahun 2024 ini.

Meskipun kontestasi elektoral Pileg dan Pilpres tahun 2024 masih beberapa bulan lagi. Pesta demokrasi lima tahunan tersebut diharapkan mampu melahirkan calon-calon pemimpin bangsa yang memahami hakikat seorang negarawan.

Terlebih Pemilu legislatif 2024 yang akan segera dilaksanakan beberapa bulan ke depan hendaknya dapat memberikan garansi kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih demokratis, aman dan juga terkendali.

Namun, tidak sedikit permasalahan yang muncul menjelang pesta demokrasi ini, halnya konflik horizontal yang sering terjadi di tengah masyarakat, terutama antar sesama calon legislatif yang tengah bersaing demi terpilih menjadi anggota dewan yang terhormat.

Pun demikian dengan peristiwa yang menimpa sosok Mayjend TNI (Purn) Tatang Zaenudin, Caleg Nomor Urut 5 dari Partai Golkar yang berangkat dari Dapil Cianjur- Kota Bogor.

Baliho dan juga Alat Peraga Kampanye (APK) lain miliknya raib di sekitaran Kec. Sindangbarang, akan tetapi baliho-baliho ukuran besar milik menantunya Bupati Cianjur yakni Aziz Sepudin yang juga Caleg DPR-RI DARI PDIP masih berdiri kokoh dan utuh di daerah tersebut.

Kejadin tidak fair juga tidak terpuji tersebut mengindikasikan ada praktek-praktek curang yang dilakukan oleh Caleg tertentu demi mematikan kreativitas politik lawan yang dianggap mengancam.

Pencopotan alat peraga kampanye (APK) Caleg di daerah Sindangbarang Kabupaten Cianjur inipun sontak diprotes keras oleh Caleg DPR-RI Mayjend TNI (Purn) Tatang Zaenudin karena dinilai tidak adil, dan tidak menghormati caleg lainnya.

Hal tersebut disebabkan kenapa hanya baliho dirinya yang diturunkan sementara caleg lain masih terpasang.

“Lebih kurang 10 baliho dan baner saya dicopot sepihak sementara baliho menantu Bupati, Si Azis Sepudin masih terlihat terpasang. Awas kamu, jangan berani macam-macam dengan saya.” ujar Tatang Zaenudin kepada awak media menyayangkan, Senin (7/11/2023).

Tatang Zaenudin pun menambahkan bahwa Satpol PP dalam menjalankan tugasnya harus prodesional dan jangan tebang pilih. Jika memang aturan Bawaslu semua APK harus ditertibkan bukan hanya miliknya saja.

“Satpol PP dalam bertugas harus profesional dalam menertibkan APK yang bertebaran. Jangan mentang-mentang menantu Bupati, Si Aziz ini mendapat perlakuan khusus dari Bupati, ini namanya mencedrai demokrasi, ini bahaya. Ingat ya, kepada Camat atau Kasatgas Trantib satu baliho saya diturunkan, saya balas 1000 baliho dia saya turunkan.” Tegas Tatang.

“Saya sampai datangi pendopo, mendatangi Bupati. Saya ingin sampaikan jangan sampai berani lakukan cawe-cawe dalam Pileg 2024 kalau tak ingin menyesal nanti. Sayangnya Bupati tak berani menemui, padahal saya menunggu lama di pendopo karena info dari staff, Bupati sedang istirahat.” Tambahnya.

Tatang menilai berdasarkan informasi yang diterima olehnya, ada intruksi khusus kepada kepala Desa agar memenangkan salahsatu caleg bahkan desa ditarget harus bisa memperoleh 1000 suara untuk caleg tertentu.

“Ngga usah saya sebutkan namanya, rakyat Cianjur saya yakin sudah tahu caleg yang saya maksud. Caleg yang harus menang apapun caranya. Sambil kampanye, saya akan terus pantau proses Pileg di Cianjur agar berjalan transfaran.”. Pungkas Tatang yang merupakan putra daerah Cianjur, Caleg DPR RI Dapil Kabupaten Cianjur no urut 5 dari Partai Golkar.***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
Enable Notifications OK No thanks