x

Viral Dugaan Penganiayaan oleh Dokter Spesialis Kandungan, Korban Disebut Lebih dari Satu Orang

waktu baca 3 menit
Jumat, 31 Jul 2026 16:05 14 Deni Wijaya

Haluanindonesia.id-Seorang oknum dokter spesialis kandungan berinisial L menjadi sorotan publik setelah diduga terlibat dalam kasus penganiayaan. Dugaan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial usai muncul pengakuan dari seorang pengguna Threads dengan akun @jellyfish.45719234.

Dalam unggahannya, akun tersebut membagikan sejumlah foto yang memperlihatkan kondisi tubuh korban dengan luka cukup serius. Foto-foto itu menunjukkan adanya pendarahan pada bagian hidung dan wajah, bercak darah pada pakaian, memar di tangan, leher, serta kaki, hingga hasil pemeriksaan rontgen pada tulang wajah korban.

“Teman saya sampai mengalami patah tulang di hidung dan memar parah di beberapa bagian tubuh,” tulisnya utas yang diunggah pada Selasa, 28 Juli 2026 lalu.

“Laki-laki ini seorang dokter spesialis kandungan berinisial L yang aktif praktik di rumah sakit terkenal di Bekasi Barat dan rumah sakit milik Pemerintah di Jakarta Utara,” imbuhnya.

Dugaan Korban Penganiayaan Lebih dari Satu Orang

Usai utas tersebut viral hingga mendapat likes lebih dari 6 ribu kali, salah satu komentar menuliskan bahwa ada korban lainnya.

“Saya turut prihatin atas apa yang terjadi terhadap korban, semoga korban diberikan kekuatan untuk melewati proses ini dan saya ucapkan terima kasih karena sudah berani speak up. Sebab saya adalah salah satu korban beliau juga,” tulis akun @kalsjqkbsja pada Rabu, 29 Juli 2026.

Kemudian salah satu dokter yang aktif di media sosial, Mirza Mangku Anom, merespons dengan mengizinkan warganet lain yang merasa menjadi korban dokter L untuk turut melapor kepadanya.

“Saat ini sudah banyak korban yang cerita ke saya dan sudah dapat 2 identitas korban. Bagi para korban lain silahkan jika ingin menceritakan masalahnya, keamanan korban kami jamin,” tulisnya dalam unggahan di Instagram Story, @drg.mirza, dikutip pada Jumat, 31 Juli 2026.

“Bisa juga lapor ke polisi agar bisa diproses sesuai hukum,” lanjutnya.

Ia juga membagikan pesan dari salah satu korban, dan terlihat bahwa oknum dokter L melakukan sejumlah kekerasan fisik, seperti menjambak dan mendorong hingga korban jatuh.

“Badan aku biru-biru lagi gara-gara kamu, leher aku luka,” tulis pesan chat yang diunggah oleh dokter Mirza.

Sebut Laporan Bakal Ditangani Pihak Berwenang

Dalam unggahan lain, dokter Mirza membagikan pesan WhatsApp dengan pihak Kolegium Obstetri dan Ginekologi (Obgin) yang akan turun tangan mengusut kasus tersebut.

Pihak Kolegium Obgin juga mengungkapkan bahwa akan segera bertemu dengan korban untuk penyelesaian kasus.

“Rencananya besok kami dari Kolegium dan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) akan berkunjung ke alamat korban,” tulis dalam pesan tersebut.

“Proses berikutnya akan dilakukan oleh tim dari KKI. Kolegium Obgin dan KKI sudah bergerak menanggapi permasalahan ini,” tukasnya.

Kronologi Dugaan Penganiayaan Oknum Dokter Kandungan

Menurut utas yang diunggah korban, penganiayaan terjadi pada Jumat, 24 Juli 2026 sekitar pukul 23.00 WIB usai terjadi perselisihan, yakni pelaku menuding korban telah berselingkuh.

Saat tiba di kawasan apartemen korban, pelaku kemudian menonjok hidung korban sekali sambil memberikan ancaman, “Emang lo kira gue enggak bisa hajar lo?” dan kembali menonjok hidung korban.

Ketika mobil berhenti di lobi apartemen, pelaku masih menganiaya korban dengan mencekik, menghentakkan kepala korban ke jendela mobil, dan digigit.

Korban kemudian berhasil keluar dari mobil atas bantuan sekurit, namun tindak kekerasan juga dilakukan pelaku kepada salah satu sekuriti, yakni dengan memukul dan mencakarnya.*

Red (Indra)

Sumber:Journalnusantara.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x