
Haluanindonesia.id – Keterbatasan ekonomi tidak menghalangi semangat seorang pemuda asal Cianjur untuk mengejar pendidikan tinggi.
Dibesarkan dari hasil keringat sang ayah yang bekerja sebagai buruh percetakan batu bata rumahan, ia membuktikan bahwa garis hidup bisa diubah lewat kerja keras dan ketabahan.
Sejak kecil, kemandirian sudah menjadi bagian dari hidupnya.
Saat menempuh pendidikan di tingkat MTs, ia harus membagi waktu antara membantu ayah mencetak batu bata di pagi hari dan bersekolah di siang hari.
Tak jarang, perjalanan menuju sekolah harus ditempuh dengan berjalan kaki akibat tak tersedianya ongkos angkutan umum.
Meski sempat mengalami perundungan di masa sekolah dasar dan dihadapkan pada keterbatasan finansial, pemuda ini berhasil menyelesaikan studinya di MTS dan SMK Islamiyah Sayang Cianjur dan melanjutkan kuliah di Universitas Suryakancana.
Kini, ia tengah menjalani masa perkuliahan Semester VI pada program Non-Reguler.
Guna memenuhi kebutuhan kuliah dan hidup mandiri, ia bekerja sebagai staf Tata Usaha di Yayasan Ma’had Izzul Islam, Pamokolan, Karangtengah.
Selain aktif bekerja dan kuliah, ia juga meluangkan waktu merawat greenhouse tanaman hias di rumah sebagai sarana menyalurkan hobi.
Masa lalu yang penuh tempaan kini menjadi pijakan kuat baginya untuk terus melangkah maju
“Tidak ada yang tidak mungkin
Bila kita terus berusaha dan berdoa”
Red : Mulyana
Tinggalkan Balasan