
SURABAYA, haluanindonesia.id – UIN Sunan Ampel Surabaya menggelar kuliah umum bertema “Peningkatan Kompetensi Spiritual Capital dalam Dunia Usaha dan Dunia Industri” pada Rabu, 24 September 2025.
Kegiatan yang dihadiri civitas akademika dosen dan mahasiswa ini menghadirkan narasumber berkompeten untuk membahas pentingnya nilai-nilai spiritual dalam dunia bisnis modern.
Dr. H. Abdul Mujib, M.Ag selaku Ketua Program Studi Manajemen Dakwah UIN Bandung tampil sebagai narasumber utama dalam acara tersebut. Dalam paparannya, beliau menegaskan bahwa agama memiliki core values yang dapat dijadikan sebagai corporate tasawuf.
“Nilai-nilai spiritual Islam dapat menjadi fondasi kuat dalam membangun etika bisnis yang berkelanjutan,” ujar Dr. Abdul Mujib saat menyampaikan materinya.
Ketua Program Studi Manajemen Dakwah UIN Sunan Ampel Surabaya, Ahmad Khairul Hakim, S.Ag., M.Si., menyambut baik terselenggaranya kuliah umum ini.
Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa tentang bagaimana mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dalam dunia kerja.

“Kami berharap mahasiswa dapat memahami bahwa kesuksesan dalam berbisnis tidak hanya diukur dari profit semata, tetapi juga dari nilai-nilai kebaikan yang diterapkan,” ungkap Ahmad Khairul Hakim.
Selain Dr. Abdul Mujib, acara ini juga menghadirkan Dr. Wawan Heri Setiawan dari UNISKA Kediri sebagai narasumber kedua. Kehadiran dua narasumber dari institusi berbeda ini memberikan perspektif yang lebih luas tentang implementasi spiritual capital dalam konteks pendidikan tinggi dan dunia industri.
Diskusi yang berlangsung memberikan insight berharga bagi para peserta tentang strategi penguatan nilai-nilai spiritual di era digital.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ridwan Rustandi, M.Sos selaku Sekretaris Program Studi Manajemen Dakwah UIN Bandung yang berperan sebagai peserta aktif. Dalam sesi diskusi, ia menyampaikan pentingnya penguatan spiritualitas sebagai nilai-nilai ketahanan di era modernitas.
“Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan globalisasi, kita tidak boleh kehilangan jati diri dan nilai-nilai spiritual sebagai benteng dalam menghadapi tantangan zaman,” tegas Ridwan Rustandi.
Kuliah umum ini diharapkan dapat menjadi catalyst bagi pengembangan SDM yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas spiritual yang kuat.

Tidak ada komentar