Cerita Rinto, Penumpang KM Virgo yang Selamat usai Sempat Bertahan di Sisi Kapal Pakai Pelampung

Deni Wijaya
1 minggu lalu
Lihat Semua
Disalin

Haluanindonesia.id – Tragedi kecelakaan KM Virgo Transport 8 saat berlayar dari Surabaya ke Banjarmasin, menggemparkan sebagian publik di Tanah Air.

Berdasarkan laporan terkini dari Kemenhub pada Senin, 14 September 2026, kapal tersebut membawa total 243 penumpang dan awak kapal.

Secara rinci, dilaporkan 107 selamat dan 6 meninggal dunia, sementara sisanya masih dalam proses evakuasi dan pencarian.

Berkaca dari hal itu, terdapat kesaksian dari Rinto Arahab (33), seorang penumpang yang selamat dari tragedi kecelakaan KM Virgo di perairan Laut Jawa.

Dalam unggahan Instagram @pendakilawas, pada Senin, 14 September 2026, Rinto menceritakan detik-detik kapal yang ditumpanginya mengalami insiden hingga terbalik di tengah laut.

Rinto merupakan warga asal Sumatera Selatan yang berhasil dievakuasi menggunakan KM Haida ke Pelabuhan Trisakti Banjarmasin pada Minggu, 13 September 2026 malam.

Bertahan di Sisi Kapal Pakai Pelampung

Mulanya, Rinto mengatakan kejadian bermula sekitar 5 jam setelah kapal berangkat dari Tanjung Perak, Surabaya, menuju Samarinda.

“Sekitar pukul 02.00 dini hari, dia mendengar suara seperti besi patah,” tulis postingan tersebut.

Sekitar dua menit setelah kapal mulai oleng, Rinto mengaku sempat keluar untuk mengenakan pelampung atau life jacket.

Rinto kemudian bertahan di sisi kapal hingga kapal tersebut terbalik.

“Saat kejadian, kondisi laut disebut Rinto cukup buruk. Dia mengatakan tinggi gelombang mencapai lebih dari 2 meter,” imbuhnya.

Berlayar demi Interview Kerja

Dalam penuturannya, Rinto mengaku datang melalui jalur pelayaran ke Kalimantan untuk memenuhi panggilan atau interview kerja.

“Saya ke sini panggilan kerja, Pak. Interview lagi,” ungkap Rinto di posko penanganan korban.

Kendati demikian, sang penumpang KM Virgo itu tak menyangka perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin itu berubah menjadi petaka setelah kapal mengalami kecelakaan di Laut Jawa.

Kapal Virgo sempat dilaporkan hilang kontak pada Minggu sekitar pukul 02.00 WITA.

Sementara itu, Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Banjarmasin menerima laporan kapal hilang kontak pada pukul 04.10 WITA.

Merasa Kapal Oleng saat Setengah Tertidur

Rinto mengaku sempat menyadari kapal mulai oleng saat dirinya dalam kondisi setengah tertidur, dan langsung berusaha menuju bagian atas kapal.

Menurut Rinto, sebagian penumpang masih tertidur ketika kapal mulai mengalami oleng. Kepanikan pun pecah di antara penumpang.

“Ada yang teriak. Kebanyakan masih ada yang tidur,” jelas Rinto.

Penumpang KM Virgo itu kemudian bersama belasan orang lainnya bertahan di atas kapal sambil menunggu pertolongan dari Tim SAR.

Dalam situasi genting ini, mereka dilaporkan terombang-ambing di lautan lepas selama 4 jam hingga akhirnya bantuan datang ke titik lokasi.

 

Sumber : Journalnusantara.com

Red : Mulyana

Bantu Bangkitkan Media & Jurnalis Terdampak Gempa NTT

Promedia Group berkolaborasi dengan Yayasan Permata Flores memfasilitasi dukungan bagi jurnalis dan media lokal yang terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur.

Dukungan Anda sangat berarti untuk membantu pemulihan sarana serta operasional para jurnalis di lapangan. Bantuan dana tali asih dapat disalurkan melalui:

Bank BRI: 225701005978532
a.n. Yayasan Permata Flores

Mari bersatu padu membantu para pejuang informasi kembali berkarya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

xOneNews premium broadcast banner
xOneNews premium broadcast banner
xOneNews premium broadcast banner