x

PBNU Tunjuk Asrorun Ni’am Jadi Rais Karteker PWNU Jambi, Dinilai Sinyal Kuat Regenerasi Kepemimpinan NU

waktu baca 3 menit
Rabu, 5 Agu 2026 14:00 10 Deni Wijaya

Haluanindonesia.id– Keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengangkat Prof. Dr. KH. M. Asrorun Ni’am Sholeh sebagai Rais Karteker Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Jambi dipandang sebagai langkah strategis dalam memastikan keberlangsungan roda organisasi sekaligus membuka ruang bagi proses regenerasi kepemimpinan di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan PBNU Nomor 818/PB.01/A.II.01.44/99/08/2026 tentang Pembekuan dan Penunjukan Karteker PWNU Provinsi Jambi Masa Kerja 2026. Dalam keputusan itu, PBNU menetapkan pembekuan kepengurusan PWNU Jambi sebelumnya dan menunjuk tim karteker untuk mengambil alih pelaksanaan tugas organisasi, termasuk mempersiapkan serta menyelenggarakan Konferensi Wilayah dalam jangka waktu paling lama enam bulan sejak surat keputusan diterbitkan.
Selain dipercaya sebagai Rais Karteker PWNU Jambi, Asrorun Ni’am selama ini dikenal sebagai Ketua Umum Majelis Alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) yang aktif mendorong penguatan kaderisasi dan pengembangan kepemimpinan generasi muda NU di berbagai daerah.

Dinilai Jadi Simbol Regenerasi Kepemimpinan NU

Direktur Eksekutif INTRAPOLS, Bustomi, menilai penunjukan Asrorun Ni’am bukan sekadar keputusan administratif, melainkan mencerminkan kepercayaan PBNU terhadap figur muda yang dinilai memiliki kapasitas memimpin organisasi besar.

“Kepercayaan ini bukan sekadar penunjukan administratif. PBNU sedang mengirimkan pesan bahwa regenerasi kepemimpinan NU berjalan dengan menempatkan figur yang memiliki integritas, pengalaman, dan kemampuan tata kelola organisasi yang kuat,” ujar Bustomi, Rabu (5/8/2026).

Menurutnya, Asrorun Ni’am memiliki rekam jejak yang lengkap, mulai dari bidang keagamaan, pendidikan, organisasi hingga kebijakan publik. Modal tersebut dinilai penting untuk mengawal proses konsolidasi organisasi secara objektif sekaligus menjaga marwah jam’iyah Nahdlatul Ulama.

Tantangan NU Memasuki Abad Kedua

Bustomi menilai tantangan NU saat ini jauh lebih kompleks dibanding sebelumnya. Selain menjaga tradisi keagamaan, NU juga dituntut mampu memperkuat tata kelola organisasi, mempercepat regenerasi kader, serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan sosial.

Menurutnya, pengalaman Asrorun Ni’am memimpin berbagai organisasi nasional menjadi bekal penting dalam membangun komunikasi dengan seluruh elemen NU di daerah.

“Beliau memiliki kapasitas membangun dialog, merangkul berbagai kelompok, sekaligus menjaga organisasi tetap berjalan sesuai aturan. Karakter kepemimpinan seperti inilah yang dibutuhkan NU untuk menghadapi tantangan abad kedua,” katanya.

Karteker Diberi Mandat Konsolidasi Organisasi

Berdasarkan surat keputusan tersebut, tim karteker diberi mandat menjalankan seluruh tugas PWNU Jambi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NU serta berbagai ketentuan organisasi lainnya.

Selain memastikan roda organisasi tetap berjalan, tim karteker juga diwajibkan mempersiapkan dan menyelenggarakan Konferensi Wilayah dalam waktu paling lambat enam bulan sebagai bagian dari proses konsolidasi kepengurusan secara demokratis.

Pengamat menilai penunjukan Asrorun Ni’am menjadi indikator semakin terbukanya ruang bagi kader-kader muda NU yang memiliki kompetensi, rekam jejak kepemimpinan, dan kemampuan manajerial untuk mengawal transformasi organisasi menuju Nahdlatul Ulama yang semakin profesional, adaptif, dan relevan menghadapi tantangan zaman.
Red (Indra)
Sumber:Journalnusantara.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x