Beredar Video Kobaran Api di Kantor Pemkab Papua Tengah yang Diduga Jadi Sasaran Amuk Massa, Gimana Awalnya?

Deni Wijaya
2 bulan lalu
Lihat Semua
Disalin

Haluanindonesia.id – Beredar video di media sosial, yang memperlihatkan kobaran api menghanguskan sejumlah kantor pemerintah kabupaten (Pemkab) Puncak, Papua Tengah.

Bukan tanpa sebab, menurut informasi yang beredar, insiden tersebut diduga berawal dari aksi massa yang mempermasalahkan ihwal penyaluran dana desa di wilayah setempat.

Terkini, jumlah kantor pemerintahan yang diduga dibakar massa di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, sebanyak 11 titik.

Kapolres Puncak, AKBP Domingos De F Ximenes menyebut, sebanyak 3 kantor terbakar habis, sementara 8 sisanya terbakar sebagian.

Domingos menuturkan, sejauh ini tercatat total 11 kantor pemkab yang hangus terbakar, dan terdapat 3 kantor lainnya yang mengalami kerusakan parah.

“Berdasarkan data kantor yang terbakar habis, di antaranya kantor Dinas Kesehatan, kantor gudang BNPB, dan kantor DPRK,” kata Domingos dalam keterangannya, pada Rabu, 12 Agustus 2026.

“Sementara kantor yang dirusak massa kantor Diskominfo, kantor Kesbangpol, dan kantor Inspektorat,” imbunhnya.

Kantor Bupati-BKPSDM Ikut Terbakar

Polisi menyebutkan, terdapat 8 kantor yang terbakar sebagian, yakni kantor Pemberdayaan Masyarakat Kampung (PMK), kantor Dinas Sosial (Dinsos), kantor Bupati dan Wakil Bupati, kantor Sekda, dan kantor Keuangan.

Ada pun kantor pemerintah lainnya yang terdampak, yaitu kantor Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), serta kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

Atas insiden tersebut, Domingos memastikan situasi saat ini sudah kondusif.

Kendati demikian, pihaknya tetap mengerahkan personel untuk berjaga-jaga dan mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.

“Situasi sudah kondusif. Kami ada tambahan Brimob 1 SST dari Yon B Polda Papua Tengah dan sementara melakukan patroli,” tandasnya.

Bermula dari Aksi Massa di Kantor PMK

Dalam kasus ini, Domingos mengatakan Pemkab Puncak awalnya melakukan penyaluran dana desa tahap I pada Selasa, 11 Agustus 2026.

Setelah penyaluran berlangsung, sekelompok massa tiba-tiba mendatangi kantor PMK sekitar pukul 17.40 WIT.

Polisi mengungkap, kronologi awal massa membakar sejumlah kantor di Puncak, imbas penyaluran dana desa.

Domingos menjelaskan, Kantor PMK menjadi sasaran pertama, sebelum akhirnya meluas ke kantor lainnya.

Bupati Sempat Audiensi, Massa Tidak Puas

Bupati Puncak Elvis Tabuni yang mengetahui pergerakan massa kemudian datang ke Kantor PMK dan berupaya berkomunikasi dengan mereka.

Namun, massa yang diduga tidak puas membuat situasi kian memanas dan melakukan pembakaran kantor PMK sekitar pukul 18.45 WIT.

“Sekitar pukul 18.45 WIT, massa aksi tidak puas sehingga melakukan aksi pembakaran Kantor PMK,” ungkap Domingos.

Belakangan aksi itu kemudian meluas dengan massa melakukan pembakaran fasilitas pemerintahan lainnya.

Mulanya, polisi mencatat total ada 7 kantor yang dibakar, mulai dari Kantor PMK, Kantor Bupati, Kantor DPRD, Kantor Dukcapil, Kantor Kesbangpol, Kantor Dinas Sosial dan Kantor Keuangan.

“Selain sejumlah kantor pemerintahan, satu unit kendaraan roda empat milik Dinas Ketahanan Pangan yang terparkir di halaman Kantor Bupati juga turut terbakar,” tandas Domingos.

 

Sumber : Journalnusantara.com
Red : Mulyana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

xOneNews premium broadcast banner
xOneNews premium broadcast banner
xOneNews premium broadcast banner