

Foto : Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendampingi Presiden Prabowo Subianto menyambut Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul dalam kunjungan resmi di Istana Merdeka, Jakarta, guna memperkuat kerja sama bilateral Indonesia–Thailand. Sumber foto: Instagram @airlanggahartarto_official.
(Haluanindonesia.id)— Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Thailand atas dukungan yang diberikan dalam proses penyelamatan sekaligus pemulangan warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban jaringan penipuan daring atau online scam. Menurut Prabowo, kerja sama kedua negara menjadi faktor penting dalam mengembalikan hampir seribu WNI yang sebelumnya terjebak di kawasan perbatasan Asia Tenggara.
Ucapan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan pernyataan bersama Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul usai pertemuan bilateral dan Second Leaders’ Consultation Indonesia–Thailand yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8).
Dalam kesempatan itu, Prabowo mengatakan persoalan online scam telah berkembang menjadi ancaman lintas negara yang tidak bisa ditangani secara sendiri-sendiri. Karena itu, menurutnya, kolaborasi antarnegara menjadi langkah penting untuk memutus rantai kejahatan yang selama ini menyasar ribuan korban dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
Presiden menilai dukungan yang diberikan Thailand selama proses penyelamatan hingga pemulangan para korban merupakan bentuk nyata hubungan baik kedua negara yang selama ini terus terjalin.
“Atas nama bangsa Indonesia, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Thailand atas bantuan serta kerja sama yang sangat erat dalam memfasilitasi pemulangan warga negara Indonesia yang menjadi korban online scam. Jumlahnya mendekati hampir 1.000 orang,” ujar Prabowo.
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa koordinasi yang intensif antara pemerintah Indonesia dan Thailand mampu memberikan perlindungan kepada warga negara yang menjadi korban kejahatan lintas batas.
Tak hanya membahas pemulangan korban, kedua pemimpin juga menyoroti meningkatnya aktivitas sindikat kejahatan transnasional yang kini memanfaatkan teknologi digital untuk menjalankan aksinya. Menurut Prabowo, jaringan tersebut harus ditangani melalui kerja sama yang lebih luas, mulai dari pertukaran informasi hingga operasi penegakan hukum bersama.
Indonesia dan Thailand, kata Prabowo, sepakat memperkuat pertukaran data intelijen, meningkatkan investigasi bersama, serta mempererat koordinasi antarlembaga penegak hukum agar jaringan pelaku dapat dibongkar hingga ke akar.
Selain itu, kedua negara juga akan memperkuat upaya pelacakan aliran dana yang digunakan jaringan kejahatan tersebut. Langkah ini dinilai penting karena kelompok pelaku umumnya memanfaatkan sistem keuangan lintas negara untuk menyamarkan hasil tindak pidana mereka.
Prabowo mengatakan penguatan kerja sama juga akan dilakukan melalui mekanisme Transnational Referral Mechanism (TRM). Kerangka kerja sama itu diharapkan mampu mempercepat proses identifikasi korban, memberikan perlindungan yang lebih baik, serta memastikan proses pemulangan dilakukan secara aman dan bermartabat.
Menurutnya, Indonesia dan Thailand juga berkomitmen mengoptimalkan berbagai forum kerja sama yang selama ini sudah berjalan, termasuk Indonesia–Thailand High Level Committee dan Indonesia–Thailand Security Dialogue sebagai wadah memperkuat koordinasi di bidang keamanan dan pertahanan.
Di sisi lain, Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menyebut penyelamatan terhadap para WNI merupakan bagian dari operasi yang telah dilakukan otoritas Thailand sejak tahun lalu. Saat itu, aparat berhasil mengevakuasi ribuan korban dari berbagai negara yang berada di pusat-pusat operasi online scam di kawasan perbatasan.
Ia menjelaskan sebagian besar korban direkrut dengan iming-iming pekerjaan bergaji tinggi. Namun, setelah tiba di lokasi, mereka justru dipaksa bekerja menjalankan aksi penipuan daring dengan berbagai bentuk tekanan.
Menurut Anutin, fenomena tersebut telah menjadi perhatian banyak negara karena melibatkan sindikat lintas batas yang memiliki jaringan luas dan memanfaatkan celah hukum di sejumlah wilayah.
Karena itu, Thailand mengajak Indonesia memperkuat kolaborasi untuk menghadapi berbagai bentuk kejahatan transnasional, tidak hanya online scam, tetapi juga perdagangan orang dan penyelundupan narkotika.
Ia juga menilai negara-negara ASEAN harus memiliki langkah yang lebih solid agar kawasan tidak terus menjadi sasaran jaringan kriminal internasional.
“Thailand selalu siap meningkatkan kerja sama dengan Indonesia untuk memberantas online scam dan berbagai bentuk kejahatan lintas negara lainnya,” kata Anutin.
Kerja sama tersebut diharapkan mampu mempercepat pertukaran informasi, memperkuat koordinasi investigasi, hingga mempermudah proses penyelamatan korban apabila ditemukan kasus serupa di masa mendatang.
Pemulangan hampir seribu WNI itu sendiri merupakan hasil koordinasi intensif antara Pemerintah Indonesia dengan otoritas Thailand selama beberapa waktu terakhir. Berbagai kementerian dan lembaga dari kedua negara bekerja sama dalam proses identifikasi korban, penyelesaian administrasi, hingga pengaturan kepulangan mereka ke Tanah Air.
Kasus online scam belakangan memang menjadi perhatian serius di kawasan Asia Tenggara. Sindikat kejahatan tersebut diketahui merekrut korban melalui tawaran pekerjaan palsu di luar negeri. Setelah tiba di lokasi tujuan, para korban kerap dipaksa bekerja melakukan penipuan digital dengan target korban dari berbagai negara.
Pemerintah Indonesia menyatakan akan terus meningkatkan kerja sama dengan negara-negara sahabat untuk mempercepat penyelamatan WNI yang menjadi korban serta mempersempit ruang gerak jaringan kriminal lintas negara. Upaya tersebut diharapkan tidak hanya mampu melindungi warga negara Indonesia, tetapi juga memperkuat stabilitas keamanan kawasan melalui kolaborasi yang lebih erat di tingkat regional.

Tidak ada komentar