
Haluanindonesia.id – Beredar rekaman video di media sosial yang memperlihatkan aksi kekerasan seorang pria yang diduga mengamuk hingga menantang sejumlah warga menggunakan senjata tajam (sajam) berupa celurit.
Usut punya usut, peristiwa ini mulanya terjadi di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan (Jaksel), pada Sabtu, 5 September 2026 dini hari.
Dalam unggahan Instagram @jakartapusat.info, pada Sabtu, 5 September 2026, dilaporkan suasana mencekam itu terjadi di kawasan Sudirman.
“Seorang terduga pelaku begal kedapatan membawa senjata tajam dan nekat menantang warga saat bersembunyi dari balik jembatan dekat Gedung Sampoerna,” tulis postingan tersebut.
Lantas, bagaimana awal mula kronologi insiden amukan seorang pria yang belum dikenali identitasnya di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jaksel tersebut? Mari telusuri.
Beredar Dugaan Pelaku Begal
Dalam video yang beredar, terlihat seorang pria yang mengamuk itu mengenakan jaket berwarna putih dan di tangan kirinya terlihat membawa celurit.
Tampak, sejumlah warga juga tengah berupaya mencegah pria tersebut.
Sementara itu, dinarasikan pula bahwa pria tersebut merupakan pelaku begal di kawasan Jalan Sudirman tersebut, pada malam hari.
“Terduga pelaku begal di kawasan Sudirman ini akhirnya tak berkutik,” tulis postingan serupa.
Ciut usai Diamankan Warga
Pelaku yang sebelumnya sempat membuat situasi mencekam dan menantang orang-orang di sekitar lokasi itu, akhirnya berhasil diamankan warga.
“Dari yang tadinya sok jagoan, akhirnya ciut juga!” ungkap postingan lainnya dari Instagram @jakartapusat.info, pada hari yang sama.
Dalam unggahan tersebut, terlihat terduga pelaku diamankan petugas dari sasaran amukan massa.
“Sempat bikin merinding karena menenteng senjata tajam (sajam) dan nekat menantang warga saat bersembunyi di balik jembatan dekat Gedung Sampoerna,” terang postingan itu.
“Emosi yang sudah memuncak membuat terduga pelaku langsung menjadi sasaran amuk massa sebelum akhirnya situasi dapat dikendalikan,” sambungnya.
Polisi: Bukan Begal, Orang Ngamuk
Secara terpisah, Kapolsek Metro Setiabudi, AKBP Riyanto membenarkan soal adanyaa peristiwa tersebut.
Riyanto menuturkan, diduga pria tersebut bukan pelaku begal, melainkan orang yang tiba-tiba mengamuk di jalanan raya kawasan Jaksel.
“Bukan begal, infonya sih orang mengamuk,” kata Riyanto dalam keterangannya, pada Sabtu, 5 September 2026.
Di sisi lain, Riyanto menjelaskan, saat ini pria tersebut telah diamankan ke Polda Metro Jaya untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Langsung dibawa ke Krimum Polda (Metro Jaya). Soalnya anggota Lantas Polda yang amankan,” tandasnya.*
Red (Indra)
Sumber:Journalnusantara.com
Bantu Bangkitkan Media & Jurnalis Terdampak Gempa NTT
Promedia Group berkolaborasi dengan Yayasan Permata Flores memfasilitasi dukungan bagi jurnalis dan media lokal yang terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur.
Dukungan Anda sangat berarti untuk membantu pemulihan sarana serta operasional para jurnalis di lapangan. Bantuan dana tali asih dapat disalurkan melalui:
Bank BRI: 225701005978532
a.n. Yayasan Permata Flores
Mari bersatu padu membantu para pejuang informasi kembali berkarya
Tinggalkan Balasan