x

Kronologi Satpam di Waduk Jatiluhur Purwakarta, Mengapung di Tepian Danau dengan Tangan Terborgol

waktu baca 3 menit
Sabtu, 25 Jul 2026 20:48 8 Deni Wijaya

Haluanindonesia.id – Jagat maya dihebohkan dengan penemuan jasad seorang petugas  satuan pengamanan (satpam) dalam kondisi mengapung di kawasan Waduk Jatiluhur, Purwakarta.

Korban yang berprofesi sebagai satpam itu diketahui berinisial S (40), dan ditemukan tewas usai warga melakukan pencarian di tepian Danau Tanggul Ubrug.

Berdasarkan laporan di lapangan, korban sempat dikabarkan menghilang pada Jumat, 24 /07/2026, sekitar pukul 03.00 WIB.

Peristiwa itu terungkap saat kepala satuan pengamanan menyadari korban menghilang, padahal saat itu tengah menjalankan piket malam menjaga kawasan waduk.

Yang menyita perhatian publik, jasad korban ditemukan masih mengenakan seragam lengkap dengan kedua tangan terborgol.

Menanggapi hal tersebut, Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, membenarkan adanya penemuan jasad dengan kondisi tak biasa tersebut.

“Informasi yang kami terima korban dalam keadaan terborgol dan masih menggunakan seragam saat bertugas,” kata Made dalam keterangan resminya, pada Sabtu, 25 /07/ 2026.

Penyebab Kematian Jadi Misteri

Setelah dievakuasi, jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bayu Asih Purwakarta untuk pemeriksaan awal.

Selanjutnya, jenazah dirujuk ke Rumah Sakit Sartika Asih Bandung untuk menjalani autopsi sebagai bagian dari penyelidikan penyebab kematian.

Sejauh ini, pihak kepolisian masih mengumpulkan alat bukti dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap pelaku maupun motif di balik peristiwa tersebut.

“Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kematian, melacak pelaku, serta menguak motif di balik kejadian ini,” ungkap Made.

Selain melakukan olah tempat kejadian perkara, Made memastikan pihaknya juga telah mengamankan sejumlah barang milik korban.

“Kami sudah mengamankan barang milik korban, seperti sepeda motor yang digunakan korban bekerja, HT, kalo HP belum. Kami juga sudah memeriksa beberapa saksi,” sambungnya.

Dugaan Cekcok dengan Oknum Vandalisme

Dalam kesempatan berbeda, warga setempat yang menjadi saksi atas insiden tersebut, Warta mengungkapkan adanya dugaan korban yang sempat menegur pelaku tindakan merusak dengan mencoret-coret fasilitas umum atau vandalisme.

Warta menuturkan, sebelum ditemukan meninggal dunia, korban diduga sempat terlibat adu pendapat dengan sekelompok orang yang hendak melakukan aksi vandalisme di kawasan objek vital tersebut.

“Kabarnya dia melarang orang yang mau coret-coret, ya wajar karena itu memang tugas dia menjaga area waduk,” ungkap Warta dalam keterangannya, pada Sabtu, 25/07/2026.

“Aksi coret-coret malam Rabu, selang satu hari diduga kelompok itu datang lagi,” tambahnya.

Warta mengaku tidak menyangka akhir pencarian korban berujung tragis, usai ditemukan dalam kondisi tenggelam di tepian danau.

“Tadi ada telepon dari kepala satpam bilang Marna enggak ada dari jam 3 dini hari,” beber Warta.

“Setelah dicari bareng teman-teman dan warga, ketemu jam 11 siang dalam air di pinggir danau, tangannya terborgol ke belakang,” tandasnya.

 

Sumber :  Instagram.com/@infocimahi

Red : Mulyana

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x