
Haluanindonesia.id – Dua pekerja proyek normalisasi saluran air menjadi korban insiden beton drainase yang roboh di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur (Jaktim). Peristiwa tersebut kini tengah ramai diperbincangkan publik di media sosial.
Berdasarkan informasi yang beredar, beton drainase tersebut tiba-tiba ambruk ketika kedua pekerja sedang melakukan pekerjaan di lokasi. Akibatnya, beton tersebut menimpa dua pekerja yang berada di area pengerjaan.
Informasi soal evakuasi dua pekerja proyek yang tertimpa beton drainase itu turut diunggah di akun Instagram @damkarjakartatimur, pada Minggu, 10 Agustus 2026.
Dalam video yang diunggah, terlihat sejumlah personel damkar tengah berupaya mengevakuasi korban, dan sejumlah peralatan juga digunakan untuk membantu proses evakuasi.
“Peristiwa terjadi saat para korban sedang melakukan pekerjaan drainase,” tulis postingan tersebut.
“Tiba-tiba beton drainase roboh dan menimpa kedua pekerja,” tambahnya.
Lantas, bagaimana kronologi insiden kecelakaan yang dialami 2 pekerja proyek drainase di Jatinegara, Jaktim tersebut? Berikut ulasannya.
2 Korban Lolos dari Maut
Terpisah, Kasiops Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jaktim, Abdul Wahid menuturkan ihwal kronologi kejadian tersebut.
Peristiwa itu terjadi di Jalan Pandjaitan, Cipinang Cempedak, Jatinegara, pada Minggu, 9 Agustus 2026, sekitar pukul 14.00 WIB.
Dalam proses evakuasinya, sebanyak 25 personil penyelamat Sudin Gulkarmat kota Jakarta Timur sempat diterjunkan ke lokasi.
“Rekan korban kemudian melapor ke Ambulan PK3D. Karena terkendala dalam proses evakuasi, PK3D langsung meminta bantuan kepada Sudin Gulkarmat Jakarta Timur,” katanya.
Petugas akhirnya berhasil mengevakuasi 2 kedua korban berinisial UD (25) dan SYF (40) usai sempat terhimpit beton drainase yang roboh.
Para korban kemudian dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk diberikan perawatan medis.
Evakuasi Dramatis Selama 3 Jam
Proses evakuasi berjalan dramatis dan memakan waktu lebih dari 3 jam.
Saat itu, petugas harus bekerja hati-hati karena sebagian tubuh salah satu korban berada di dalam air keruh dan tertimbun material beton.
Akhirnya, petugas mengurangi debit air di lokasi menggunakan mesin pompa untuk memudahkan proses evakuasi korban, selanjutnya material yang menimpa korban diangkat.
Petugas turut menggunakan alat berat dalam proses evakuasi yang dinyatakan selesai sekitar pukul 17.39 WIB itu. Kedua korban mengalami luka di kepala.
“Berhasil dievakuasi berkat kolaborasi antara Tim Sudin Gulkarmat Jakarta Timur & Ambulans PK3D,” ungkap Wahid.
“Kedua korban selamat dan langsung dapat penanganan medis,” tandasnya.*
Red (Indra)
Sumber:Journalnusantara.com
Tinggalkan Balasan