Atap Menghitung Hari untuk Rubuh: Nestapa Bah Yayat, Lansia Disabilitas yang Hidup Sebatang Kara

Deni Wijaya
2 minggu lalu
Lihat Semua
Disalin

Haluanindonesia.id – Di sudut Dusun Citali, Desa Ciptasari, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, ada sebuah bangunan yang hampir tak layak lagi disebut rumah.

Di sinilah Bah Yayat (69) menghabiskan sisa usianya.

Bah Yayat adalah seorang penyandang disabilitas. Ia kini hidup sebatang kara setelah ditinggal wafat oleh sang istri dan tidak memiliki keturunan.

Rumah Kayu yang Lelah Menyangga Beban
Kondisi kediaman Bah Yayat mungkin menjadi salah satu yang terparah di Kabupaten Sumedang.

Atap rumahnya kini tinggal menghitung hari untuk rubuh. Hampir seluruh kayu penyangga telah lapuk dimakan usia dan rayap.

Bilik bambu yang menjadi dinding rumahnya sudah hancur dan menyisakan lubang-lubang besar.

Tak ada batas lagi antara ruangan di dalam rumah dengan bahaya di luar.

“Seringkali ular berbisa masuk ke dalam rumah,” ungkap keterbatasan fisik yang membuatnya tak bisa dengan cepat menyelamatkan diri saat bahaya mengintai.

Impian Sederhana yang Hancur Dimakan Waktu
Bah Yayat sebenarnya tak pernah tinggal diam. Bertahun-tahun ia berjuang mengumpulkan material secara perlahan.

Bata hebel dan batang kayu ia kumpulkan satu demi satu, berharap suatu hari bisa memperbaiki tempat berteduhnya.

Namun, waktu berjalan terlalu lambat bagi nasibnya.

Bahan bangunan yang ia kumpulkan bertahun-tahun itu kini justru hancur dan lapuk kembali sebelum sempat terpasang.

Setiap kali langit Sumedang mulai mendung dan angin kencang berembus, rasa cemas membuncah di dada lansia ini. Ia hanya bisa bersiap memeluk ketakutan jika sewaktu-waktu atap rumahnya roboh menimpa tubuhnya yang rentan.

Uluran Tangan untuk Menyambung Asa
Melihat kondisi yang kian mengancam jiwa, Gilang, salah satu anggota keluarga Bah Yayat, menginisiasi gerakan mencari dukungan secara online.

Gilang berharap ada bantuan darurat yang bisa langsung direalisasikan untuk mengantisipasi bahaya rubuhnya atap rumah sebelum musim hujan tiba.

Bagi Anda yang tersentuh dan ingin mengulurkan tangan membantu pengadaan material serta perbaikan rumah Bah Yayat, bantuan dapat disalurkan secara langsung ke lokasi atau melalui dompet digital:

GoPay: 081993761950

Atas Nama: Gilang

Lokasi: Dusun Citali, Desa Ciptasari, Kec. Pamulihan, Kab. Sumedang, Jawa Barat.

Uluran tangan sekecil apa pun sangat berarti untuk menghadirkan kembali rasa aman dan hangat bagi Bah Yayat di masa tuanya.

 

Sumber : Journalnusantara.com
Red : Mulyana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

xOneNews premium broadcast banner
xOneNews premium broadcast banner
xOneNews premium broadcast banner