
Haluanindonesia.id — Data statistik memiliki peran penting dalam mendukung perencanaan dan pelaksanaan pembangunan. Karena itu, Badan Pusat Statistik (BPS) terus mendorong masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan pendataan yang dilakukan di lapangan.
Hal tersebut disampaikan oleh Dadang Darmansyah S.SI,M.M Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) saat diwawancarai HaluanIndonesia.id mengenai pentingnya data statistik bagi pemerintah dan masyarakat.
Menurutnya,Badan Pusat Statistik (BPS) memiliki tugas menyediakan data statistik yang berkualitas, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Data tersebut menjadi salah satu dasar bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan serta menentukan program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Pembangunan membutuhkan perencanaan yang didukung oleh data. Dengan data yang akurat, pemerintah dapat mengetahui kondisi masyarakat, menentukan prioritas pembangunan, serta melakukan evaluasi terhadap program yang telah dilaksanakan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, data yang dihasilkan Badan Pusat Statistik (BPS) mencakup berbagai bidang, mulai dari kependudukan, kemiskinan, ketenagakerjaan, pertanian, perekonomian, pendidikan, kesehatan, perdagangan hingga berbagai indikator sosial dan ekonomi lainnya.
Dalam proses pengumpulan data, masyarakat memiliki peran yang sangat penting. Informasi yang diberikan oleh masyarakat sebagai responden menjadi salah satu bahan dalam menghasilkan statistik yang menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan.
“Semakin baik informasi yang diberikan, semakin baik pula kualitas data yang dihasilkan,” katanya.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) juga mengimbau masyarakat agar tidak khawatir ketika menjadi responden dalam kegiatan pendataan. Petugas yang melaksanakan pendataan merupakan bagian dari kegiatan resmi dan dapat menunjukkan identitas maupun surat tugas kepada masyarakat.
Masyarakat yang masih merasa ragu juga dapat melakukan konfirmasi kepada kantor Badan Pusat Statistik (BPS) setempat melalui saluran resmi untuk memastikan kegiatan maupun identitas petugas.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa informasi individu yang diberikan masyarakat dalam kegiatan pendataan memiliki ketentuan mengenai kerahasiaan dan penggunaannya untuk kepentingan statistik.
Di sisi lain, pelaksanaan pendataan di lapangan tidak terlepas dari berbagai tantangan. Kondisi geografis, kesibukan masyarakat, perubahan kondisi sosial ekonomi, serta masih adanya masyarakat yang belum memahami pentingnya pendataan menjadi sejumlah kendala yang harus dihadapi petugas.
Untuk meningkatkan kualitas data,Badan Pusat Statistik (BPS) terus melakukan berbagai upaya, di antaranya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, memberikan pembinaan kepada petugas, memperkuat pengawasan dan validasi data, serta memanfaatkan perkembangan teknologi dalam proses pengumpulan dan pengolahan data.
Digitalisasi juga dinilai dapat membantu mempercepat proses pengumpulan, pengolahan hingga penyajian data kepada masyarakat.
Namun demikian, pemanfaatan teknologi tetap harus diimbangi dengan sumber daya manusia yang kompeten serta dukungan masyarakat dalam memberikan informasi yang benar.
Di akhir wawancara, Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung kegiatan statistik nasional dengan memberikan informasi secara jujur dan sesuai kondisi sebenarnya.
“Data bukan sekadar angka. Data merupakan dasar penting dalam menentukan arah pembangunan. Dengan dukungan masyarakat, kami berharap dapat menghasilkan data yang semakin berkualitas sehingga dapat memberikan manfaat bagi pemerintah dan seluruh masyarakat,” pungkasnya.
Red ( Indra )
Tinggalkan Balasan