Haluanindonesia – Warga Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan kembali mengeluhkan pekatnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Sejumlah utas berisi video dan foto kondisi di Kota Banjarbaru viral di media sosial Threads.
Kabut asap yang pekat membuat warga mengeluhkan jarak pandang saat sedang berkendara.
Selain itu, kekhawatiran bakal berdampak pada kesehatan juga mulai dirasakan oleh warga.
Kabut Asap Tebal, Jarak Pandang Hanya 10 Meter
Menilik dari unggahan warga di Threads, tak sedikit yang mengunggah kondisi terkini wilayah Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Kabut asap yang tebal membuat jarak pandang terbatas dan pengendara di jalanan harus ekstra hati-hati.
“Begini kondisi Banjarbaru Rabu, 26 Agustus 2026, KM 33 jam 07.40 Wita. Ini kalau ada motor atau mobil yang putar balik bisa nggak ngeh saking jarak pandang pendek kayak gini,” tulis keterangan yang diunggah akun Threads @risma_gha pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Dalam unggahan lain yang dibagikan oleh akun Threads @perjalanan_pa_her, jarak pandang di tempatnya hanya 10 meter.
“Rabu, 26 Agustus 2026 jam 07.00 Wita. Lihatlah, asapnya makin pekat, jarak pandang hanya 10 meter. Ini lokasinya di Landasan Ulin Timur, Banjarbaru, Kalsel,” ucapnya dalam video yang diunggah.
Warga lainnya melalui akun Threads @aar_arafat juga membagikan kondisi sekitar Bandara Syamsudin Noor yang turut diselimuti kabut asap.
“Jam 8 pagi dan jarak dengan titik karhutla 10-15 km aja kayak gini, apalagi yang di sekitar titik?” Tulis akun lainnya, @nadyahnaima.
Penuh Kabut Asap, Kebingungan dengan Tempat Mengungsi
Napas yang mulai sesak karena menghirup asap juga mulai dikeluhkan oleh warga.
“Kabut asap di Trikora, Banjarbaru pagi ini makin tebal dan pandangan minim banget. Bahkan, pakai masker pun baunya tetap kecium dan jujur mata perih banget,” tulis akun @ohlisspam.
Kondisi kabut asap yang berdampak di beberapa wilayah pun membuat warga kebingungan untuk mencari alternatif mengungsi.
“Anakku setahun gak sembuh-sembuh batuknya sudah beberapa minggu. Mau ngungsi juga kemana, semua daerah hampir sama kondisinya,” tulis akun @hilmiahmiaa.
Sementara itu, menurut Kementerian Kehutanan (Kemenhut), pada 24 Agustus 2026 terpantau 180 hotspot dengan tingkat kepercayaan High- Medium di Kalimantan Selatan.
Dari 180 hotspot tersebut, 15 hotspot atau 8,33 persen berada di dalam area Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH), sedangkan sisanya sebanyak 165 hotspot atau 91,67 persen berada di luar areal PBPH.
Pemerintah bersama relawan sampai saat ini masih berupaya untuk memadamkan api serta mengimbau masyarakat agar tidak melakukan kegiatan yang bisa berpotensi menyebabkan titik kebakaran baru.
Sumber : Journalnusantara.com
Red : Mulyana
Tinggalkan Balasan