Keluarga Pasien Keluhkan Akses Lift di RS Mega Buana, Begini Penjelasan Direktur

Deni Wijaya
1 bulan lalu
Lihat Semua
Disalin

Haluanindonesia.id – Keluhan keluarga pasien terkait pembatasan akses lift di Rumah Sakit Mega Buana, Kota Palopo, akhirnya mendapat penjelasan dari pihak manajemen.

Direktur Rumah Sakit Mega Buana, Herman Jaya, mengungkapkan bahwa pembatasan operasional dilakukan karena kondisi lift yang sudah berusia tua dan kerap mengalami gangguan.

Berawal dari informasi awal yang diterima Tim Redaksi WadahInspirasi.com melalui pesan WhatsApp pada Selasa, 14 Juli 2026, sekitar pukul 21.38 WITA, redaksi kemudian melakukan penelusuran dan mengupayakan konfirmasi kepada pihak rumah sakit sebelum berita ini dipublikasikan.

Informasi tersebut disampaikan oleh seorang keluarga pasien yang identitasnya disamarkan dengan inisial A.

Ia mengaku mengalami kesulitan saat menjaga anggota keluarganya yang dirawat di lantai empat karena tidak dapat menggunakan lift di luar jam kunjungan.

“Izin KK mengonfirmasikan bahwa ada pelayanan yg agak keliru menurut sy ini RS Mega Buana bah. Bayangkan kami yg di lantai 4 yg menjaga pasien jika ada keperluan harus menggunakan tangga sementara ada lift yg seharusnya bisa digunakan,” tulis A melalui pesan WhatsApp.

Menurut A, kondisi tersebut membuat keluarga pasien harus berulang kali menggunakan tangga ketika hendak membeli makanan, obat-obatan maupun kebutuhan mendesak lainnya.

“Lift hanya diberi akses di jam-jam besuk. Baru banyak kasihan orang tua menjaga. Kalau ada keperluannya naik tangga sampai lantai 4, lama-lama penjaga pasien jadi pasien juga ini,” lanjutnya.

Hasil penelusuran Tim Redaksi WadahInspirasi.com menunjukkan bahwa pihak Rumah Sakit Mega Buana memasang pemberitahuan mengenai ketentuan penggunaan lift.

Dalam pengumuman tersebut dijelaskan bahwa penggunaan lift wajib menggunakan access card. Masyarakat umum hanya dapat menggunakan lift pada jam kunjungan pasien, yakni pukul 11.00–13.00 WITA dan 17.00–20.00 WITA.

Di luar jam tersebut, akses lift hanya dapat dibuka menggunakan kartu petugas. Kondisi itu memunculkan keluhan dari sebagian keluarga pasien, terutama pendamping pasien rawat inap yang sewaktu-waktu harus keluar untuk memenuhi kebutuhan pasien di luar jam kunjungan.

Saat dikonfirmasi Tim Redaksi WadahInspirasi.com melalui pesan WhatsApp pada Kamis, 23 Juli 2026, sekitar pukul 10.02 WITA, Direktur Rumah Sakit Mega Buana, Herman Jaya, menjelaskan bahwa pembatasan operasional lift dilakukan karena alasan teknis.

Menurutnya, lift yang digunakan saat ini sudah berusia tua dan cukup sering mengalami gangguan sehingga teknisi yang melakukan perbaikan menyarankan agar penggunaannya dibatasi.

“Lift itu sementara pembatasan operasional, krn sdh sering ngadat. Saran dari tukang lift waktu datang perbaiki, supaya ada pembatasan pemakaian. Krn usia sdh tua,” jelas Herman Jaya.

Ia mengatakan pihak rumah sakit sebenarnya telah merencanakan penggantian lift dengan unit baru. Namun, rencana tersebut belum dapat direalisasikan karena keterbatasan anggaran.

“Kami mau ganti baru, sementara dana kami msh sulit, karena sementara membangun bangunan baru di samping gedung lama. Terima kasih,” tambahnya.

Menanggapi pertanyaan redaksi mengenai mekanisme penggunaan lift bagi keluarga pasien di luar jam kunjungan, Herman Jaya menjelaskan bahwa pendamping pasien yang memiliki kepentingan mendesak tetap dapat menggunakan lift dengan meminta bantuan kepada perawat di masing-masing lantai.

“Makanya kalau ada yg mmg berkepentingan atau harus pakai lift, sampaikan saja ke salah satu perawat yg ada di masing-masing lantai. Kartu itu ada di masing-masing di setiap lantai,” ujarnya.

Redaksi kemudian kembali meminta konfirmasi mengapa mekanisme tersebut belum tercantum dalam pengumuman yang dipasang di area lift.

Menjawab pertanyaan tersebut, Herman Jaya mengatakan pihak rumah sakit telah menyiapkan pemberitahuan tambahan agar keluarga pasien mengetahui mekanisme penggunaan lift di luar jam kunjungan.

“Sdh ada dibuat, baru pesan stickernya. Mudah”an besok selesai”, tulis Herman Jaya melalui pesan WhatsApp pada Kamis, 23 Juli 2026, sekitar pukul 16.29 WITA.

Pihak Rumah Sakit Mega Buana memastikan mekanisme penggunaan lift bagi keluarga pasien yang memiliki kebutuhan mendesak akan diinformasikan melalui stiker atau pemberitahuan tambahan. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih jelas kepada keluarga pasien sekaligus menghindari kesalahpahaman terkait kebijakan pembatasan operasional lift.Red (Indra)

Sumber:Journalnusantara.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

xOneNews premium broadcast banner
xOneNews premium broadcast banner
xOneNews premium broadcast banner