Haluanindonesia.id – Kepolisian masih terus mendalami kasus tewasnya Sumarna, satpam Waduk Jatiluhur yang tenggelam dengan tangan terborgol.
Rumor santer yang beredar di media sosial menyebut bahwa ada dugaan keterlibatan kelompok geng motor dalam kematian Sumarna.
Unggahan di media sosial yang viral bahkan menunjukkan wajah sejumlah pria yang diduga terlibat.
Polisi Ikut Dalami Kaitan dengan Geng Motor
Usai viral di berbagai platform media sosial, pihak kepolisian menyatakan bahwa mereka turut mendalami kemungkinan-kemungkinan tersebut.
“Ada beberapa postingan di media sosial yang mengaitkan ada beberapa kelompok ya, kelompok dari pengemudi sepeda motor ya, kelompok-kelompok ini ya geng-geng motor lah bahasanya.
Dan sudah cukup viral,” ucap Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Hendra Rochmawan di Polda Jawa Barat pada Senin, 27 Juli 2026.
Hendra mengatakan bahwa polisi akan tetap menggunakan asas praduga tak bersalah dalam prosesnya meski wajah diduga anggota geng motor pun sudah viral.
“Kami masih mengedepankan asas praduga tidak bersalah dulu ya, sebelum bukti permulaannya cukup kuat ini untuk memasukkan yang bersangkutan sebagai tersangka atau tidak,” jelasnya.
Penjelasan Kades soal Teguran Sumarna pada Geng Motor
Dugaan keterlibatan kelompok geng motor ini muncul setelah viral unggahan lain berupa coretan inisial kelompok ‘RPM’ dan ‘GBR’ di sekitar tanggul.
Selain itu juga disebutkan bahwa ada cekcok yang terjadi antara Sumarna dengan anggota geng motor tersebut.
Kepala Desa setempat menceritakan kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bahwa Sumarna hanya bertanya mengenai coretan vandalisme.
“Ini di tanggul itu corat-coret seperti ‘Ini gaya aing’ gitu, di sananya ada RPM dan GBR.
Saya denger dari anak-anak karang taruna di sana, memang Almarhum itu pernah memanggil karena tidak diketahui siapa yang nulisnya,” ucap Kades, dikutip dari unggahan YouTube Dedi Mulyadi pada Rabu, 29 Juli 2026.
“Yang ditanya, yang dipanggil mungkin RPM atau GBR, menanyakan siapa yang corat-coret. Dia nggak ngaku, Almarhum pesan, ‘Tolong lah kalau ada yang merasa mencoret ini, dihapus aja,’ gitu,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Kades menyebut bahwa tidak ada keributan atau cekcok yang terjadi.
“Tidak, tidak berkonflik. Dia hanya menanyakan itu dan tidak ada keributan,” imbuhnya.
Kasus Satpam Ditemukan Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur
Kasus kematian Sumarna menjadi perhatian publik setelah jenazahnya ditemukan di perairan Waduk Jatiluhur pada Jumat, 24 Juli 2026.
Saat dievakuasi, korban masih mengenakan seragam petugas keamanan dengan kedua tangannya dalam keadaan terborgol.
Polisi hingga kini masih mendalami penyebab kematian korban serta pihak yang diduga terlibat dan telah mengumpulkan barang bukti, memeriksa belasan saksi, dan menelusuri rekaman CCTV di sekitar kawasan kerja korban.
Pengambilan keterangan saksi dilakukan kepada 15 orang terdekat korban, termasuk rekan kerja
Sumber : Journalnusantara.com
Red : Mulyana
Tidak ada komentar