Penjelasan Basarnas soal Kapal Virgo Transport 8 Tiba-tiba Miring dan Tenggelam dalam Waktu Cepat

Deni Wijaya
6 hari lalu
Lihat Semua
Disalin

Haluanindonesia.id – Proses pencarian penumpang kapal Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Laut Jawa pada Minggu, 13 September 2026 masih terus dilakukan.

Setidaknya, hingga Senin, 14 September 2026, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) telah berhasil mengevakuasi 114 penumpang, di mana 6 di antaranya telah meninggal dunia.

Proses pencarian melibatkan banyak unsur terkait masih dilakukan untuk menemukan 129 orang lainnya.

Penumpang selamat yang berhasil dievakuasi pun sempat menceritakan detik-detik saat kapal Virgo Transport 8 mulai miring sampai akhirnya tenggelam.

Kapal Tiba-tiba Miring, Penumpang Panik

Salah satu penumpang bernama Faisal membeberkan bahwa kapal Virgo Transport 8 sudah mulai miring setelah jam 12 malam.

Menurut ceritanya, banyak penumpang yang panik dan memilih terjun ke laut.

“Kapal mulai miring, saya naik ke atas dan orang-orang terjun ke laut karena panik kan. Kapal miring, miring sampai akhirnya dia terbalik,” ujar Faisal kepada awak media, dikutip pada Senin, 14 September 2026.

“Saya ngikutin kapal, kapal miring, saya naik sampai saya di atas kapal. Jadi kapal, saya ada di atasnya. Saya lihat orang minta tolong, tapi gimana mau menolong? Kita juga butuh pertolongan,” lanjutnya.

Tak sendiri, Faisal menyebut bahwa saat itu ia bersama 13 orang lainnya mencoba menyelamatkan diri bersama.

Terus Kumandangkan Azan, Pasrah saat Kapal Mulai Tenggelam

Faisal mengatakan bahwa dirinya sempat terbawa arus setelah berulang kali mengumandangkan azan.

“Saya kebawa arus setelah azan sama abang ini. Saya azan, kayak udah mau ngapain?” ungkap Faisal.

“Mau ngapain lagi kita? Mau minta pertolongan sama siapa lagi kita. Setelah beres itu, langsung kebawa arus ombak, naik ke sekoci. Saya enggak tahu gimana yang 13 itu,” sambungnya.

Tak Ada Alarm Peringatan, Diduga Banyak yang Terjebak

Lebih lanjut, Faisal mengungkapkan bahwa saat kapal miring, tidak ada alarm peringatan yang berbunyi untuk memperingatkan penumpang.

“Pas saya naik ke atas itu, enggak ada alarm membangunkan orang-orang. Kalau ada alarm, semua orang pasti bangun,” kata Faisal.

Ia menduga bahwa peristiwa yang terjadi saat dini hari itu membuat penumpang lain tak sempat untuk menyelamatkan diri.

“Yang di dalam kapal itu, masih banyak setahu saya. Mereka pas masih pada tidur,” imbuhnya.

Penyebab Kapal Virgo Transport 8 Miring Menurut Basarnas

Sementar itu, Basarnas menyebut bahwa kapal yang sedang dalam perjalanan dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, itu dilaporkan mengalami kemiringan setelah dihantam ombak dari sisi lambung kanan.

“Disampaikan oleh nakhoda Kapal Virgo tersebut terkait kejadian kemiringan kapal, ini juga akibat dari hantaman ombak dari lambung kanan,” ujar Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Edy Prakoso dalam keterangannya kepada awak media pada Senin, 14 September 2026.

“Ini info yang kami dapatkan langsung dari kapten Kapal Virgo tersebut dalam operasi pencarian, khususnya yang kapal hilang kontak maupun kapal tenggelam,” tambahnya.

Akibatnya, kata Edy, kapal langsung miring sekitar 2 hingga 3 derajat dan kemiringan berlangsung cepat karena hantaman ombak lagi.

“Ada ombak lagi yang mengakibatkan kapal ini lebih miring dan ini prosesnya cepat sekali, kurang lebih 10 sampai 15 menit kapal itu langsung miring,” tukasnya.

Adapun kapal Virgo Transport 8 membawa 243 orang, dengan rincian 213 penumpang dan 30 lainnya adalah kru kapal.

 

Sumber : Journalnusantara.com

Red : Mulyana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

xOneNews premium broadcast banner
xOneNews premium broadcast banner
xOneNews premium broadcast banner