x

Misteri Kematian Sutrimo sang Karumga Febrie Adriansyah, Apa Saja Fakta yang Sejauh Ini Terungkap?

waktu baca 3 menit
Senin, 27 Jul 2026 23:49 10 Deni Wijaya

Haluanindonesia.id – Sebagian publik di media sosial, sempat dihebohkan dengan kejanggalan kasus kematian yang dialami kepala rumah tangga (Karumga) atau penjaga rumah milik eks Jampidsus, Febrie Adriansyah.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menyelidiki kematian pria bernama Sutrimo yang belakangan dikaitkan dalam pesan berantai sebagai Karumga milik Febrie Adriansyah yang kini menjadi tersangka kasus korupsi.

Terkini, upaya polisi mengungkap penyebab kematian Sutrimo diketahui masih menghadapi kendala.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Iskandarsyah menyatakan, fokus penyidik saat ini masih diarahkan untuk mengumpulkan seluruh bukti yang ada di sekitar lokasi penemuan korban.

Salah satu hambatan terbesar adalah kondisi tempat kejadian perkara (TKP) yang disebut sudah tidak lagi steril alias rusak, saat penyidik mulai melakukan pendalaman.

Polisi: TKP Rusak usai Warga Berlalu Lalang

Iskandarsyah mengungkap, aktivitas warga yang keluar masuk lokasi selama beberapa hari terakhir, membuat penyidik kehilangan kondisi awal TKP yang dibutuhkan untuk proses penyelidikan.

“Infonya TKP kan sudah berapa hari ini rusak, itu jadi kendalanya,” kata Iskandarsyah dalam keterangannya, pada Senin, 27 Juli 2026.

“Pasti orang sudah berlalu lalang di situ kan dari hari Kamis,” bebernya.

CCTV dan Data Medis Korban Masih Ditelusuri

Iskandarsyah memastikan, proses penyelidikan kasus kematian yang dialami Karumga Febrie Adriansyah tersebut terus berjalan.

Terlebih, penyidik kini mengandalkan sejumlah petunjuk lain, mulai dari rekaman kamera pengawas (CCTV), keterangan para saksi, hingga data medis korban.

Tak hanya mengolah lokasi kejadian, penyidik juga disebut mulai menelusuri data pendukung dari rumah sakit (RS) untuk melengkapi rangkaian fakta yang sedang dikumpulkan.

“Habis itu kita olah TKP, sementara masih kita bersurat ke pihak rumah sakit minta data-datanya,” ungkap Iskandarsyah.

Sejauh ini, polisi juga belum menyimpulkan identitas maupun status korban sebagaimana informasi yang ramai beredar di masyarakat.

Oleh sebab itu, seluruh informasi tersebut masih diverifikasi sebagai bagian dari penyelidikan pihak kepolisian.

Sempat Dievakuasi dalam Kondisi Tak Sadarkan Diri

Dalam kasus ini, Sutrimo dilaporkan meninggal dunia setelah dievakuasi dalam kondisi yang tak sadarkan diri, pada Kamis, 23 Juli 2026.

Berdasarkan informasi yang beredar, korban disebut sempat mengeluhkan sakit sebelum akhirnya tidak sadarkan diri dan mengeluarkan busa dari bagian mulutnya.

Hal itu terjadi dalam proses evakuasi korban di halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Korban kemudian dibawa menggunakan ambulans ke RS Muhammadiyah Taman Puring.

Di sisi lain, publik juga menyoroti adanya dugaan keterangan rumah sakit, yang menyebut Sutrimo sudah dalam kondisi meninggal dunia saat tiba di rumah sakit.

Hingga berita ini terbit, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian ihwal kronologi kematian yang dialami penjaga rumah milik eks Jampidsus, Febrie Adriansyah tersebut.*

Red (Indra)

Sumber:Journalnusantara.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x