Haluanindonesia.id – Membuka bulan September 2026, Promedia Group mengajak para jurnalis, baik mitra lingkup Promedia Group maupun eksternal untuk bertumbuh bersama.
Kali ini, Promedia Group sukses menggelar forum diskusi PRO-spective edisi #2 via daring pada Selasa, 1 September 2026.
PRO-spective yang merupakan agenda rutin Promedia Group ini, menghadirkan Founder & Director JatimNetwork.com, KabarBaitullah.com, dan WarnaNusa.com, Hari Setiawan.
Dalam agenda diskusi tersebut, Hari berbagi pengalaman tentang membangun dan mengelola media sesuai dengan segmentasi audiens.
Ia juga memaparkan perjalanan dirinya membangun KabarBaitullah.com, termasuk ketika memutuskan untuk fokus pada kata kunci dan audiens medianya.
Media KabarBaitullah.com, kata Hari, fokus pada kata kunci tentang haji, umrah, Makkah, dan Madinah.
Bagaimana Cara ‘Memancing’ Target Audiens?
Mengenai target audiens untuk media dengan niche tertentu, salah satu yang ditekankan oleh Hari adalah konsistensi konten, baik itu untuk website maupun media sosial.
“Kita harus aktif memperbarui media dan seluruh platform kita, jadi kalau kita punya website dan medsos harus aktif karena jangan-jangan kita mendatangkan audiens dari medsos,” ujar Hari dalam diskusi Selasa, 1 September 2026 malam.
“Nah, yang kedua itu kita menulis atau membuat konten di medsos itu harus akurat, bahaya banget kalau sampai salah tentang haji dan umrah,” lanjutnya.
Tips lain dari Hari, dirinya mengingatkan agar selalu membuka interaksi dengan pembaca, terlebih di era medsos seperti sekarang. Dengan interaksi bersama pembaca, telah memberi kesan ‘menyambut’ audiens baru.
Media untuk Menjawab Pertanyaan
Dalam membentuk KabarBaitullah.com, Hari mengungkapkan bahwa ada beberapa pihak yang menjadi lingkup audiens-nya, di antaranya para calon jemaah haji dan umrah, keluarga jemaah, hingga Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) beserta DPR.
“Kejelasan audiensi itu kunci bermedia, yaitu menjawab ‘Siapa’, yakni mereka yang sebenarnya membutuhkan konten kita. Kemudian ada ‘Bagaimana’, itu tentang cara penyajian konten. Seperti apa kontennya, bahasa yang mau dipakai, atau gaya judulnya,” terang Hari.
“Ada juga tentang ‘Apa,’ yaitu memperjelas platform dan distribusi kontennya. Jadi, KabarBaitullah.com ini ingin ikut berpartisipasi menyiapkan jemaah agar siap untuk haji dan umrah, bukan hanya sekadar media yang memberitakan tentang haji dan umrah,” imbuhnya.
Oleh karena itu, dirinya banyak mencari referensi mengenai apa saja yang sekiranya menjadi pertanyaan dari audiens.
“Kami berusaha menjawab problematika audiens kami. Saya harus menerka nih, orang yang interest dengan haji dan umrah butuh apa saja? Nah, itu yang kami jawab lewat konten,” sambungnya.
Menjalin Relasi dan ‘Menciptakan’ Komunitas
Sebagai media yang sudah berfokus pada tema tertentu, Hari membeberkan bahwa dirinya pun mencoba untuk menjalin relasi dengan pihak-pihak yang berpotensi berkaitan.
Pengalaman haji reguler 2025 dan menjadi petugas haji 2026, ia mengaku memiliki keuntungan untuk membangun relasi.
Group chat WhatsApp yang menjadi media penghubung sesama jemaah haji 2025 dan petugas haji 2026 menjadi tempat bagi Hari membangun relasi tersebut.
“Di group chat itu, setiap ada kabar baru atau breaking news tentang haji dan umrah, saya bisa membagikan link berita dari KabarBaitullah.com. Ada sekitar 700 nomor telepon di sana dan itu udah pasti langsung nyebar, makanya secara tidak langsung itu juga membangun komunitas,” tuturnya.
Mengelola media dengan niche yang sudah ditentukan, Hari sekali lagi menegaskan tentang konsistensi dan memperbaiki portofolio agar menjadi media yang dipercaya serta menjadi rujukan bagi pembacanya.
Red (Indra)
Sumber:Journalnusantara.com
Tinggalkan Balasan