SPPG di Lasem Rembang Minta Maaf Buntut Kasus Dugaan 750 Siswa-Guru Keracunan usai Santap MBG

Deni Wijaya
3 hari lalu
Lihat Semua
Disalin

Haluanindonesia.id – Sebagian publik di media sosial, tengah ramai menyoroti adanya laporan kasus keracunan yang dialami ratusan siswa di SMAN 1 Lasem Rembang, Jawa Tengah, usai diduga mengonsumsi menu kedaluwarsa Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sebelumnya diketahui, sebanyak 725 siswa dan 25 guru di SMAN 1 Lasem Rembang mengalami diare yang diduga gegara keracunan menu MBG.

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Jumat, 4 September 2026, paket MBG tersebut dilaporkan sempat dibagikan oleh pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Soditan Lasem.

Terkini, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Soditan Lasem, Achmad Sholeh Syarifudin selaku pihak terkait menyampaikan permohonan maaf.

“Kami meminta maaf sebesar-besarnya kepada pihak sekolah, orang tua, dan para siswa,” kata Achmad dalam keterangannya, pada Kamis, 3 September 2026.

“Fokus utama kami saat ini adalah memastikan penanganan medis berjalan optimal tanpa membebankan biaya sepeser pun kepada korban,” imbuhnya.

Siswa Diare Massal, SPPG Evaluasi

Berdasarkan laporan di lapangan, peristiwa diare massal itu terjadi pada Kamis, 3 September 2026 sekitar pukul 09.00 WIB.

Kala itu, kegiatan belajar-mengajar (KBM) berujung lumpuh sehingga seluruh siswa akhirnya dipulangkan.

Atas kasus ini, Achmad menegaskan kejadian tersebut menjadi momentum bagi pihaknya untuk melakukan evaluasi total.

“Kami akan memperbaiki seluruh prosedur standar operasional (SOP) agar kelalaian serupa tidak pernah terulang kembali di masa depan,” tegasnya.

Situasi Genting saat Diare Massal

Secara terpisah, Kepala SMAN 1 Lasem, Juhartutik menjelaskan sekitar pukul 09.00 WIB para murid dan guru mengalami mual dan diare.

“Akhirnya saya menyuruh agar tiap kelas didata yang mengalami diare itu. Setelah didata ada 20-31 orang dalam satu kelas,” ungkap Juhartutik dalam keterangannya, pada Kamis, 3 September 2026.

“Sampai 33 kelas itu total 725 anak yang diare dan guru ada 25 orang. Kalau total jumlah murid itu ada 1.174, guru 95 orang,” sambungnya.

Karena banyaknya yang menderita diare, Juhartutik mengungkapkan WC sekolah tidak mampu menampung.

“Setelah itu saya kemudian laporan ke Puskesmas Lasem untuk penanganan darurat dan konsultasi ke Cabdin (Cabang Dinas), akhirnya murid kami pulangkan,” jelas Juhartutik.

Apa Saja Menu yang Bermasalah?

Dalam kasus tersebut, diare massal yang melanda warga SMAN 1 Lasem diduga gegara menu-menu MBG yang dikonsumsi pada hari sebelumnya, Rabu, 2 September 2026.

Kepala SMAN 1 Lasem menyebut, menu MBG saat itu yakni ayam bakar, nasi putih, mendoan, dan buah semangka.

“Sepertinya (gegara) MBG kemarin. Jadi gini ada tim yang mencicipi kan, ada satu itu menemukan yang berlendir, ada satu itu baik,” terang Juhartutik.

“Dan yang berlendir ini sudah disisihkan. Itu kan menunya ayam bakar,” imbuhnya.

Setelah kasus tersebut, pihak sekolah juga sempat berkoordinasi dengan SPPG Soditan Lasem.

“Saya klarifikasi ke SPPG itu masaknya jam 3 pagi dini hari, sementara anak-anak itu konsumsinya jam 12 (siang),” tandas Juhartutik.*

 

Bantu Bangkitkan Media & Jurnalis Terdampak Gempa NTT

Promedia Group berkolaborasi dengan Yayasan Permata Flores memfasilitasi dukungan bagi jurnalis dan media lokal yang terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur.

Dukungan Anda sangat berarti untuk membantu pemulihan sarana serta operasional para jurnalis di lapangan. Bantuan dana tali asih dapat disalurkan melalui:

Bank BRI: 225701005978532
a.n. Yayasan Permata Flores

Mari bersatu padu membantu para pejuang informasi kembali berkarya

 

Sumber:Journalnusantara.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

xOneNews premium broadcast banner
xOneNews premium broadcast banner
xOneNews premium broadcast banner