Haluanindonesia.id – Sebagian publik di media sosial, tengah diselimuti duka mendalam atas kabar 2 orang relawan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng) tutup usia.
Sebelumnya diketahui, kedua relawan damkar yang telah gugur itu, yakni Ahmadin alias Itam Madin (56) dan Akhmad Rijani (54).
Dalam unggahan Instagram @storyrakyat_, pada Jumat, 4 September 2026, 2 relawan pemadam kebakaran (damkar) tersebut dikabarkan wafat setelah berjuang memadamkan api di lokasi karhutla.
Atas kabar itu, banyak ucapan duka cita dari kalangan publik dan memastikan perjuangan kedua relawan tersebut akan terus dilanjutkan generasi selanjutnya.
“Selamat jalan, para pejuang. Dedikasi kalian akan selalu dikenang,” tulis postingan tersebut.
Kembali ihwal kronologinya, korban pertama yakni Itam Madin (56) dikabarkan meninggal dunia beberapa hari setelah berpartisipasi dalam pemadaman karhutla di Kalteng.
Itam Madin, Sesak Napas hingga Diopname di RS
Dalam kesempatan berbeda, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kotawaringin Barat, Samuel mengungkapkan, Itam Madin tidak meninggal dunia secara langsung di lokasi kebakaran.
Samuel menyebut, almarhum wafat setelah sempat mendapatkan perawatan medis di rumah sakit pascaaktivitas pemadaman.
“Beliau mengeluh sakit dan sempat diopname di rumah sakit untuk berobat sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia beberapa hari kemudian,” ujar Samuel dalam keterangannya, pada Jumat, 4 September 2026.
“Memang beliau kondisi kesehatannya ada gejala sesak napas dan usianya sudah tua. Diperkirakan ada faktor kecapekan atau lelah usai pemadaman,” terangnya.
Itam Madin sebelumnya diketahui merupakan Anggota Relawan Damkar Huma Singgah Itah, yang berada di Kelurahan Mendawai, Kalteng.
Selain itu, almarhum merupakan anggota resmi MPA di wilayahnya yang terdaftar di bawah naungan BPBD Kotawaringin Barat.
Akhmad Rijani, Kelelahan usai Padamkan Karhutla
Beberapa hari sebelumnya, kabar duka juga datang dari tim penanganan karhutla di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Akhmad Rijani (54) sebagai Ketua Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK) Palangka Raya dikabarkan meninggal dunia pada Kamis, 27 Agustus 2026 setelah menjalani perawatan di rumah sakit.
Secara terpisah, Ketua Emergency Respons Palangka Raya, Jean Steve mengungkapkan Akhmad Rijani diduga meninggal akibat kelelahan setelah menjalankan tugas penanganan karhutla.
Saat itu, almarhum sebelumnya mengalami penurunan kondisi setelah bertugas menangani karhutla di Jalan Rungan Ujung, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, pada Sabtu, 22 Agustus 2026.
“(Almarhum) meninggal beliau kabarnya karena kelelahan. Tapi kita belum tahu apakah memang ada penyakit bawaan lainnya,” ungkap Jean dalam keterangannya, pada Kamis, 3 September 2026.
Hingga saat ini, kondisi tersebut belum dapat dipastikan sebagai satu-satunya penyebab karena kemungkinan adanya penyakit bawaan yang masih diselidiki pihak berwenang.*
Bantu Bangkitkan Media & Jurnalis Terdampak Gempa NTT
Promedia Group berkolaborasi dengan Yayasan Permata Flores memfasilitasi dukungan bagi jurnalis dan media lokal yang terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur.
Dukungan Anda sangat berarti untuk membantu pemulihan sarana serta operasional para jurnalis di lapangan. Bantuan dana tali asih dapat disalurkan melalui:
Bank BRI: 225701005978532
a.n. Yayasan Permata Flores
Mari bersatu padu membantu para pejuang informasi kembali berkarya
Sumber:Journalnusantara.com
Tinggalkan Balasan