Wakil Bupati Karangasem Soroti Peran STISPOL Wira Bhakti dalam Mencetak Generasi Berjiwa Nasionalis

Deni Wijaya
1 minggu lalu
Lihat Semua
Disalin

Haluanindonesia.id – Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Pandu Prapanca Lagosa, menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi dengan STISPOL Wira Bhakti Denpasar dalam menanamkan nilai-nilai perjuangan dan semangat kebangsaan kepada generasi muda.

Komitmen tersebut disampaikan saat berbincang hangat dengan Ketua STISPOL Wira Bhakti, Dr. Ir. I Wayan Sugiartana, di sela-sela Upacara Pelepasan Napas Tilas/Pelacakan Penelusuran Sejarah Gerilya Perjuangan Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Pemuteran, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem.

Dalam kesempatan itu, keduanya tampak berdiskusi secara intens mengenai pentingnya menjaga api perjuangan I Gusti Ngurah Rai agar terus hidup di hati generasi muda melalui pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan.

Wakil Bupati Karangasem menilai STISPOL Wira Bhakti memiliki peran strategis sebagai kampus kebangsaan yang selama ini konsisten mengembangkan nilai-nilai nasionalisme. Karena itu, ia mendorong terjalinnya kerja sama yang lebih luas untuk menghadirkan edukasi kebangsaan secara berkelanjutan.

Menurutnya, penanaman nilai perjuangan tidak boleh hanya menyasar mahasiswa, tetapi harus dimulai sejak usia dini. Edukasi tersebut diharapkan dapat menjangkau seluruh jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi, sehingga semangat patriotisme dan kecintaan terhadap Tanah Air tumbuh kuat di setiap generasi.

“Semangat perjuangan I Gusti Ngurah Rai harus terus diwariskan. Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia pendidikan, kita ingin membentuk generasi muda yang berkarakter, berjiwa nasionalis, dan siap mengisi kemerdekaan dengan prestasi serta pengabdian kepada bangsa,” ujar Wakil Bupati Karangasem.

Ketua STISPOL Wira Bhakti Denpasar, Dr. I Wayan Sugiartana yang akrab disapa Sugik, menegaskan pentingnya menanamkan nilai-nilai perjuangan para pahlawan kepada generasi muda sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.

Menurut Sugik, edukasi tentang perjuangan pahlawan bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi menjadi sarana untuk menanamkan nilai perjuangan, semangat pantang menyerah, serta membentuk karakter yang mencintai tanah air.

Ia menilai nilai-nilai kebangsaan harus ditanamkan sejak usia dini agar terus tumbuh dan menjadi fondasi kuat bagi generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus globalisasi.

“Bila sejak dini generasi muda memahami makna perjuangan para pahlawan, mereka akan memiliki semangat juang yang kuat serta rasa tanggung jawab untuk menjaga dan mengisi kemerdekaan dengan karya dan prestasi,” ujar Sugik.

Lebih lanjut, Sugik mengatakan perjuangan Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai merupakan teladan yang patut diwarisi oleh generasi muda.

Menurutnya, kemerdekaan Indonesia tidak diraih dengan mudah, melainkan melalui pengorbanan besar, bahkan hingga mempertaruhkan nyawa.

“Perjuangan I Gusti Ngurah Rai mengajarkan bahwa setiap keberhasilan membutuhkan pengorbanan, kerja keras, dan keberanian.

Nilai-nilai inilah yang harus terus diwariskan kepada generasi penerus agar semangat nasionalisme tetap hidup di setiap zaman,” tegasnya.

 

Sumber : Journalnusantara.com

Red : Mulyana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

xOneNews premium broadcast banner
xOneNews premium broadcast banner
xOneNews premium broadcast banner