
Haluanindonesia.id – Acara Penguatan Relawan Gerakan kebajikan Pancasila yang di laksanakan di hotel coerdela , jln Yulius Usman kelurahan sayang kecamatan cianjur kabupaten Cianjur Jawa barat” Rabu 29 / 07 / 2026
Selaku Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, menegaskan pentingnya penguatan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat guna membentengi generasi muda dari arus negatif globalisasi dan kemerosotan moral.
Kegiatan strategis ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama dari enam agama resmi, mahasiswa, pelajar SMK, hingga para tokoh pemuda di Kabupaten Cianjur. Hadir pula sebagai narasumber utama dalam kegiatan tersebut, Dr. (H.C.) H.M. Choirul Anam, M.Z.I.
Menurut Isfhan, program yang diinisiasi oleh BPIP ini sangat krusial dan relevan dengan kondisi sosial saat ini. Ia menyoroti fenomena di mana Pancasila sering digaungkan, namun implementasinya kerap ditinggalkan begitu saja oleh sebagian kalangan.
”Penyelenggaraannya itu adalah Badan Pembina Ideologi Pancasila. Kita menyampaikan nilai-nilai Pancasila dari sila pertama sampai sila kelima. Seringkali orang menggaungkannya, tetapi begitu larik dengan cepat meninggalkan Pancasila itu sendiri,” ujar Isfhan.
Dan Ia menyoroti akar permasalahan dari dekadensi moral yang saat ini tengah melanda masyarakat, salah satunya dipicu oleh derasnya arus informasi dari media sosial dan media mainstream yang masuk tanpa filter melalui gawai (gadget).
”Kemerosotan moral itu pertama berasal dari media mainstream terus media sosial yang bisa masuk ke dalam HP atau gadget yang masing-masing dipakai masyarakat, yang berasal dari budaya luar dan tidak disaring dulu. Di situlah kecelakaan yang bertabrakan dengan ideologi Pancasila,” tegasnya.
Isfhan menambahkan, berbagai kasus sosial yang terjadi akhir-akhir ini, termasuk kekerasan terhadap anak di bawah umur, merupakan indikasi hilangnya kepekaan nurani di tengah masyarakat.
Menghadapi berbagai tantangan tersebut, Isfhan menekankan bahwa penyelesaian masalah moral dan sosial tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen bangsa.
Ini menjadi tanggung jawab bersama. Tidak hanya pemerintah saja, baik kabupaten, provinsi, pusat, maupun saya sendiri. Ini adalah sebuah tindakan yang harus kita lakukan bersama-sama,” ajaknya.
Ia merinci bagaimana pengamalan Pancasila harus kembali dihidupkan dalam keseharian:
Sila Pertama: Menumbuhkan kembali nilai Ketuhanan di dalam hati.
Sila Kedua: Meninggikan adab di atas segala-galanya dalam perikemanusiaan.
Sila Ketiga: Menjaga persatuan tanpa bercerai-berai karena kepentingan golongan.
Sila Keempat: Mengedepankan musyawarah yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan.
Sila Kelima: Memastikan keadilan sosial dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya segelintir pihak.
Dalam kesempatan yang sama, Isfhan juga menyoroti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Cianjur yang saat ini berada di peringkat 27 atau terendah di Provinsi Jawa Barat. Menurutnya, hal tersebut merupakan pekerjaan rumah bersama yang harus diselesaikan melalui kesadaran kolektif, mulai dari kedisiplinan pelajar hingga peran aktif orang tua dalam mendidik anak di lingkungan keluarga.
Sebagai langkah nyata, Isfhan membagikan pengalamannya dalam membatasi penggunaan gawai pada anak-anaknya di rumah demi menjaga tumbuh kembang mereka secara optimal.
Anggota DPR RI Isfhan Taufik Munggaran Dorong Penguatan Nilai Pancasila untuk Tangkal Dekadensi Moral di Cianjur
Anggota DPR RI Isfhan Taufik Munggaran Dorong Penguatan Nilai Pancasila
” Masih kata Isfhan , saya yakin Cianjur semoga bisa memahami dan mengertian dari isi dari Pancasila ” baik itu PNS dan Organisasi jika ada yang melenceng dari palsapah mungkin kami akan menegur nya dan akan dapatkan sangsi .” Serta di jajaran pejabat yang tidak mengindahkan aturan dari yang di canangkan ” silahkan laporkan ke kami ‘ ujar nya
Isfhan arahkan apa itu relawan ‘ relawan adalah merupakan satu ke relaan yang bisa menegur sapa yang sekira nya ” bisa mematuhi sesama, dan pada intinya sesuai dengan ajaran Agama berbuatlah baik walau berbeda etnis dalam hukum moral ” dan tinggal hal yang merugikan serta penyimpangan sesama apapun itu bentuk nya dan sebaik nya kalau ketahan mental udah tak di hindarakan mesti canangkan ada yang harus di takuti , Pungkas nya.
Red : Sapta

Tidak ada komentar