Dokter RSCM Pastikan Siswi Karo yang Diduga Keracunan MBG Tak Hilang Ingatan: Memori Jangka Pendek dan Panjangnya Baik

Deni Wijaya
2 hari lalu
Lihat Semua
Disalin

Haluanindonesia.id – Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) memberikan penjelasan mengenai kondisi salah satu siswi asal Karo, Sumatera Utara yang diduga menjadi korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) pada pertengahan Agustus 2026 lalu.

Seperti diketahui, dua orang siswi yang diduga mengalami keracunan MBG dirujuk di RSCM untuk menjalani perawatan intensif sejak Sabtu, 12 September 2026.

Salah satu siswi sempat disebut mengalami gangguan fungsi otak hingga hilang ingatan sampai 70 persen dan lainnya mengalami gangguan ginjal.

Pihak RSCM menyatakan bahwa saat datang, kedua siswi tersebut dalam kondisi stabil, sehingga perawatan dilakukan di ruang rawat biasa.

“Jadi, kedua pasien datang ke RSCM tidak dalam kondisi memerlukan perawatan intensif. Pasien dapat berkomunikasi dan berkontak dengan baik,” ujar Direktur Medik dan Keperawatan RSCM Renan Sukmawan dalam konferensi pers bersama awak media di RSCM pada Rabu, 16 September 2026.

Dokter Pastikan Tak Ada Gangguan Fungsi Otak

Lebih lanjut, tim dokter juga membantah adanya gangguan pada fungsi otak setelah melakukan serangkaian tes.

Tim dokter melakukan wawancara dengan anak tersebut beserta keluarga disertai data-data dari rawatan sebelumnya, ditambah dengan pemeriksaan penunjang yaitu elektroensefalografi (EEG).

“Dari hasil wawancara, pemeriksaan, dan EEG, Insya Allah saya bisa pastikan bahwa tidak ada gangguan fungsi otak pada ananda yang pertama ya (F),” kata Dokter Spesialis Anak dan Konsultan Neurologi Anak, Setyo Handryastuti dalam kesempatan yang sama.

“Jadi, Insya Allah, ke depannya, ananda bisa bersekolah kembali, bisa beraktivitas kembali, bisa ceria kembali. Jadi, saat ini kita fokus untuk tata laksana ananda pertama ini ke depannya,” lanjutnya.

Kepastian Tak Alami Hilang Ingatan

Adapun mengenai kabar hilang ingatan hingga 70 persen, Dokter Handry membeberkan bahwa memori siswi terkait dalam kondisi baik.

“Yang jelas pada saat saya periksa saat ini, ananda (F) ingatannya sangat baik, ya. Memori jangka pendek maupun jangka panjangnya. Dan juga pemeriksaan elektroensefalografi juga tidak menunjukkan gangguan apa pun,” jelasnya lagi.

Hal tersebut diperkuat dengan keterangan dari Konsultan Psikiatri Anak dan Remaja RSCM, Tjhin Wiguna.

“Walaupun ada kejadian yang dia lupa, tapi secara keseluruhan bisa menggambarkan apa yang dia rasakan, apa yang terjadi sebenarnya ketika dia merasa tidak nyaman, baik sekarang atau beberapa minggu lalu,” terang Dokter Tjhin Wiguna.

“Dia tahu dia di mana, dia tanggal berapa, hari apa, siapa, dia semuanya tahu. Jadi saya tidak melihat adanya disorientasi atau ada masalah pada memori kerjanya. Secara keseluruhan, masih cukup baik,” paparnya lagi.

Rencana Dipulangkan pada Akhir Pekan Ini

Kondisi yang dianggap mulai membaik tersebut juga membuat pihak RSCM berencana untuk memulangkan kedua siswi tersebut pada akhir minggu ini.

Meski begitu, pemantauan juga akan tetap dilakukan dengan berkoordinasi dengan dokter di Sumatera Utara.

Renan juga mengingatkan untuk memberikan ruang privasi kepada keduanya untuk menjalani pemulihan lebih optimal.

“Kita mengajak semua pihak ya untuk memberi kesempatan anak-anak, adik-adik kita ini untuk tenang kembali. Tidak diwawancara atau apa di media dan sebagainya sehingga bisa kembali beraktivitas,” ucap Renan.

“Dengan usia remaja seperti ini, menjadi pusat perhatian juga bisa menjadi hal yang tidak nyaman dari segi psikiatris,” tutupnya.

 

Sumber : Journalnusantara.com

Red : Mulyana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

xOneNews premium broadcast banner
xOneNews premium broadcast banner
xOneNews premium broadcast banner