x

Demo Kejagung: Mahasiswa Desak Eks Jampidsus Diadili

waktu baca 3 menit
Selasa, 21 Jul 2026 19:55 54 Deni Wijaya

 

Haluanindonesia – Gelombang protes di ibu kota kembali menyita perhatian netizen setelah aksi demonstrasi puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) ramai diperbincangkan di media sosial.

Menggelar aksi di depan Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta Selatan, para mahasiswa menyuarakan tuntutan tegas terkait penegakan hukum dan transparansi penanganan berbagai kasus krusial yang dinilai tengah menjadi sorotan publik.

Terlihat dalam unggahan Instagram @jakarta_siders, pada Selasa, 21 Juli 2026, tampak sejumlah massa tengah berorasi di area Gedung Bundar Jampidsus Kejagung.

“Aksi tersebut mengusung seruan pemberantasan korupsi,” tulis postingan tersebut.

Dalam aksi tersebut, peserta demonstrasi menyampaikan berbagai tuntutan terkait penegakan hukum terhadap kasus-kasus korupsi.

Massa juga membawa poster dan spanduk sebagai bentuk penyampaian aspirasi.

“Aksi berlangsung dengan pengamanan dari aparat kepolisian di sekitar lokasi,” tutup postingan itu.

Lantas, apa poin penting yang di suarakan mengenai tuntutan – tuntutan para aksi demonstrasi mahasiswa dari BEM PTMA di Gedung Kejagung tersebut? Berikut ulasannya.

Sebelum terjadinya bentrok antara Mahasiswa dengan Petugas
Berdasarkan laporan di lapangan, peristiwa tersebut terjadi di depan Gedung Kejagung, Jakarta Selatan, pada Senin, 20 Juli 2026.

Kronologisnya, kejadian bentrok mahasiswa dengan petugas, di karnakan aksi tersebut diketahui sempat memanas, usai kericuhan terjadi ketika massa aksi berupaya menerobos pintu gerbang utama kompleks Kejagung.

Namun demikian, Aparat kepolisian yang membentuk barikade meminta para peserta aksi untuk mundur.

Kendati demikian, imbauan tersebut tidak diindahkan sehingga terjadi aksi saling dorong antara demonstran dan petugas.

Sempat terjadi aksi saling dorong yang tidak terleraikan
Dalam demonstrasi itu, sejumlah prajurit TNI juga tampak berjaga di sekitar lokasi dengan perlengkapan pengamanan yang lengkap, termasuk menggunakan tameng.

Setelah sempat terjadi aksi saling dorong, situasi berangsur kondusif.

Massa kemudian melanjutkan orasi dan menyampaikan tuntutan terkait pemberantasan korupsi, termasuk menyoroti berbagai kontroversi penegakan hukum di Tanah Air.

Kasus Korupsi Jaksa Picu Tuntutan Massa
Dalam orasinya, massa mahasiswa aksi tersebut turut menyinggung nama mantan Jampidsus, Febrie Adriansyah yang kini terseret kasus korupsi.

Dari atas mobil komando, orator menyoroti berbagai kasus korupsi yang dinilai belum dituntaskan secara transparan.

Mereka juga mendesak aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap siapa pun yang diduga terlibat tindak pidana korupsi.

“Ada banyak kasus korupsi di negeri ini namun penguasa tutup mata,” ujar salah satu orator di atas mobil komando, saat demonstrasi.

Mahasiswa Desak Febrie Adriansyah Diadili
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menilai korupsi merupakan ancaman bagi masa depan bangsa karena berdampak pada pelayanan publik dan kepercayaan masyarakat terhadap negara.

“Adili Febrie (eks Jampidsus) sang koruptor,” tegas sang orator.

Mereka juga menyoroti sulitnya pemberantasan korupsi, kontroversi penegakan hukum, serta pentingnya peran mahasiswa dan masyarakat dalam mengawal supremasi hukum.

Hingga berita ini terbit, belum ada keterangan resmi dari otoritas berwenang ihwal tindak lanjut dari aksi demonstrasi mahasiswa di Gedung Kejagung tersebut.*

Red : Mulyana

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x