Klarifikasi Pegawai SPPG Bantul yang Diduga Ejek Korban Keracunan MBG Karo: Tidak Berniat Menyinggung Korban dan Program Pemerintah

Deni Wijaya
1 jam lalu
Lihat Semua
Disalin

Haluanindonesia.id – Pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengklarifikasi videonya yang sebelumnya viral.

Diketahui, pegawai berinisial GP yang merupakan bagian pengawas keuangan di SPPG daerah Dlingo, Bantul tersebut diduga membuat video yang mengejek siswa korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) Karo, Sumatera Utara.

Dalam video tersebut, GP terlihat memakan menu chicken katsu yang disebutnya adalah menu MBG sehari sebelumnya.

“Gue makan chicken katsu masakan kemarin, apakah masih enak?” Ujarnya sambil menggigit ayam tersebut.

“Oh tidak, ingatanku hilang 70 persen,” lanjutnya sambil tertawa.

Kronologi Menurut GP, Unggah Video di Instagram Story

Video terbaru, GP mengatakan bahwa video viral itu diunggah pada hari Jumat, 18 September 2026 di Status WhatsApp.

“Di hari Jumat kemarin, saya bikin story makan katsu, di mana katsu itu masakan dari hari sebelumnya,” ujar GP, dikutip dari video yang diunggah oleh akun Threads @zumaahmad9 pada Minggu, 20 September 2026.

“Saya cuma have fun aja makan katsu masakan kemarin dan itu masih enak. Dan saya bilang juga kehilangan ingatan saya tujuh puluh persen,” imbuhnya.

Tidak Berniat Menyinggung

Lebih lanjut, GP mengaku tidak menyinggung korban manapun meski menyebut ‘tujuh puluh persen.’

“Walaupun saya bilang 70 persen, tapi itu dilihat dari kacamata universal, itu 70 persen bisa menyinggung apapun yang ada. Saya tidak bilang 70 persen kehilangan ingatan dari program pemerintah, itu tidak. Saya tidak menyinggung program pemerintah,” jelasnya.

“Saya tidak bilang itu program apa, saya tidak mention korbannya siapa, namanya, dan segala macem,” sambungnya.

Menurutnya, isu yang beredar hanya ‘cocoklogi’ dengan kasus dugaan keracunan MBG.

“Dari pihak yang menyebarluaskan melakukan cocoklogi oleh salah satu korban KLB yang ada di Karo. Jadi, saya ucapkan sekali lagi minta maaf atas segalanya, itu tidak ada saya ingin viral atau menyinggung korban atau programnya,” paparnya lagi.

Unggah Video di Status WhatsApp

Mengenai asal video, GP membeberkan bahwa video itu diunggah di Status WhatsApp yang sudah ia kecualikan dari banyak orang.

“Diunggah di Status WhatsApp aja sebenarnya dan sudah saya exclude dari banyak orang, ternyata dari close friend itu ada yang menyebarluaskan, di-upload di story dia sehingga penonton dari orang tersebut bisa menyebarluaskan kemana-mana hingga terjadi kegaduhan di sosial media,” terangnya.

“Mohon maaf sekali lagi, terima kasih,” tukasnya.

Adapun Badan Gizi Nasional (BGN) regional DIY pun telah menindaklanjuti dan memberikan teguran pada pihak terkait, termasuk dengan SPPG tempatnya bekerja.*

Red (Indra)
Sumber:Journalnusantara.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

xOneNews premium broadcast banner
xOneNews premium broadcast banner
xOneNews premium broadcast banner